Friday, September 4, 2020

Janji Allah Subhana Wata’alah Itu PASTI Bagi Mereka Yang Bersungguh-Sungguh Untuk Berhasil

1

 

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…


Segala puji bagi Allah subhana wata’alah yang telah memberikan saya kesempatan untuk tetap menuliskan kisah Saya dalam menceritakan proses Mewujudkan Mimpi. Dan kepada teruntuk kedua orang tua saya, saya ucapkan Terima kasih pula. Karena tanpa doa dan ridho mereka, saya tidak akan sampai pada titik mewujudkan mimpi ini.

Perkenalkan nama saya Elya Nurul Maulana anak ketiga dari sepasang Insan yang senantiasa ikhlas dan tangguh untuk mendoakan, alamat saya Jalan Merpati Kota Bantaeng Sulawesi Selatan. Saat Ini saya menempuh pendidikan diSalah satu perguruan Tinggi Swasta diKabupaten Bulukumba tepatnya pada Universitas Muhammadiyah Bulukumba atas izin Sang maha Kuasa. Saya hanya menumpang dirumah nenek, dan ibu hanya ibu rumah tangga, sementara Ayah bekerja sebagai Kulih Bangunan.

Dan inilah kisah saya Sehingga bisa Menempuh pendidikan ke Perguruan Tinggi dengan Bantuan BIDIKMISI.

Tepat pada beberapa tahun lalu, sewaktu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, waktu itu pula saya Berkata pada ibu saya Bahwa Saya Mau Kuliah. Namun, dengan berat hati ibu langsung menolak permintaan ku, alasanya karena bapak hanya bekerja sebagai kulih bangunan, yang gajinya hanya cukup menghhidupi kehidupan keluarga. Disitulah rasa putus saya mulai menghantui untuk tidak melanjutkan pendidiikan lagi. Akan tetapi disisi lain tekad saya untuk tetap ingin meraih mimpi dan ingin menghadiahkan Toga untuk kedua orang tua sangatlah begitu besar. Dan Alhamdulillah, setelah diNyatakan lulus di Sekolah Menegah Atas saya pun memberikan diri untuk daftar SNMPTN, namun Alhasil saya tidak diterima pada PTN yang saya pilih dan mungkin belum rejeki saya. Awalnya, saya tidak mengetahui apa-apa mengenai Bidikmisi dan semangat saya tetap berkobar di dada untuk tetap berusaha. Pada masa itu, kabar bahagia langsung datang dari salah satu pengurus kemahasiswaan di sekolah saya dan mengirimkan saya nomor pendaftaran beserta kode akses untuk mengisi akun bidikmisi, dan saya pada saat itu tidak menyangka karena hanya kurang lebbih 10 orang yang mendapatkan kuota bidikmisi di masa SMA. Awalnya, saya hampir kembali putus asa untuk mengisi biodata bidikmisi . namun, ketika perasaan meyerah menghantui fikiran saya, saya selalu mengingat kedua orang tua saya dan hal itulah yang menjadi alasan untuk tetap melanjutkan pendaftaran BIDIKMISI. Pengurusan bidikmisi saya pada masa itu tanpacampur tangan orang tua dan saya juga tak ingin merepotkan mereka. Saya hanya Memakai sepeda tetangga untuk mengurus ke kantor lurah dann juga bolak balik sekolah saya untuk pengurusan ijazah dan berkas lainnya. Berselang lamanya waktu, saya pun mencoba untuk mendaftar diUniversitas Muhammadiyah Bulukumba lewat jalur mandiri, meski perasaan saat itu juga ragu dan bimbaang. Karena disisi lain uang pendaftaran yang bernominal 150.000 membuat saya kesulitan, disitu juga ada hal yang membuat saya menjadi sedih. Bapak saya rela mencari pinjaman pada Bosnya, tempat dimana iya bekerja. Namun, dibalik itu semua keduanya tetap memberikan saya support dan doanya pula tak pernah putus untuk saya agar diberikan kemudahan oleh sang maha kuasa. Saya pun berangkat bersama kaka nya ke bank untuk membayar uang pendaftaran. Setalah pendaftaran saya pun mengurus berkas untuk calon mahasiswa baru. Dan Alhamdulillah, setelah mengikuti semua tes, saya pun dinyatakan lulus pada saat pengumuman. Langkah saya saat itu masih panjang karena saya tetap mengurus BIDIKMISI karena hanya itulah harapan saya untuk membayar uang SPP,dan pembayaran lainnya. Penyetorran berkas pun saya langsung berikan kepada pengurus beasiswa dan doa saya tidak pernah putus semoga bisa lolos untuk mendapatkan bdikmisi. Dan perjuangan saya Alhamdulillah tidak putus, kabar gembira datang kembali. Saya bisa diberikan bantuan sebagai penerima BIDIKMISI sampai S1. Suka,duka dan Bahagia sangatlah menjadi hal yang takkan terlupakan untuk saya dan juga kedua orang tua. Pada saat itu orang tua saya menangis bahagia, air mata kebahagiaanyalah yang membuat saya untuk tetap semangat belajar agar kelak saya bisa menghadiahkannya Toga.

Jika memang suatu takdir pasti selalu ada jalan untuk melangkah lagi menuju ke ketetapan sang maha kuasa. Padahal pada masa itu saya pernah direndahkan oleh salah satu tetangga saya pada saat mereka tau bahwa saya mendaftar kuliah. Kata mereka Uang bukan daun untuk bayar kuliah, mana mungkin anak yang hanya seorang kulih bangunan bisa kuliah, cari makan saja susah. Namun, kata-kata merekalah yang membuat saya tetap tidak menyerah untuk menuju kea rah kesuksesan. Karena saya yakin Janji Allah Subhana Wata’alah itu PASTI bagi mereka yang bersungguh-sungguh untuk berhasil.

Saya mengucapkan banyak Terimah Kasih kepada semua pihak BIDIKMISI, tanpa bantuan dari BIDIKMISI mungkin saya tidak akan pernah merasakan yang namanya Lingkungan Perkuliahan.

Sekian dari saya, Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

 

 

Nama : ELYA NURUL MAULANA

Asal Daerah : Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Perguruan Tinggi : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BULUKUMBA

Jurusan : Pendidikan Bahasa Indonesia angkatan 2019

Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

1 comment:

  1. Terus asah kemampuanmu, karena tantangan yang lebih besar sudah siap menantimu. Jangan cepat puas atas apa yg dicapai saat ini, bahkan ketika semua orang menganggapmu hebat, Jangan terlena oleh pujian dan kuatlah akan cacian. Sertakan Allah dalam setiap langkah hidupmu.

    ReplyDelete