Tuesday, June 9, 2020

“Ketika Anak Petani Menjadi Sarjana di Nagari Minangkabau ”

2
“Berkat Keyakinan Tekad, Memiliki Mimpi dan Sugesti Mengantar Langkahku Berprestasi, serta Menginspirasi untuk Menjelajah Negeri Bersama Bidikmisi”

Minggu pagi 24 tahun yang lalu tanggal 13 Oktober 1996  saya lahir ke dunia ini. Dari seorang ibu luar biasa bernama Patma Wati (Almh) dan ayah  seorang petani karet yang tangguh bernama Sahit. Terlahir sebagai anak ke 3 dari 3 bersaudara semestinya sangat bahagia namun, takdir Allah tidak demikian kedua kakak perempuan meninggal ketika masih kecil karena sakit.  Di desa terpencil bernama Pangkalan Tarum jauh ke pedalaman Sumatera Selatan.
Sungguh tinggi impian yang ingin saya capai dengan latar belakang keluarga yang sangat sederhana ini. Ditambah Tuhan menakdirkan saya untuk kehilangan ibunda tercinta, saat saya masih duduk di kelas 3 sekolah dasar. Belum lagi setahun kemudian  bapak menikah lagi. Kehilangan ibu dan menghadapi perubahan kondisi hidup yang dramatis tentu sangat berat bagi saya yang masih anak-anak. Namun,dalam hati tekad saya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik menjadi semakin kuat. Walaupun untuk itu saya harus berpindah-pindah desa demi melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Ya, didesa saya hanya ada Sekolah Dasar, untuk melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah saya harus ikhlas meninggalkan keluarga saya menuju desa seberang. Hari itu saya berjanji “Saya harus kuliah dan menjadi orang sukses”.
Saya tidak main-main dengan janji yang sudah saya buat. Dengan tekad yang kuat dan dengan izin Tuhan saya bekerja keras berusaha menghasilkan yang terbaik, apapun yang saya lakukan. Berbagai organisasi saya ikuti, sebagai ketua Pramuka, sekretaris dan ketua Osis, wakil ketua Rohis serta ketua PMR. Prestasi demi prestasi saya ukir, juara kelas, juara umum, menjuarai berbagai perlombaan kepramukaan dan mengikuti olimpiade sains serta lomba 4 pilar berbangsa dan bernegara. Perlahan titik terang cita-cita saya terlihat semakin jelas.
Saat itu saya ingin, jika memang suatu saat nanti saya mampu mencapai perguruan tinggi, saya akan kembali pulang ke kampung halaman, menemukan anak-anak desa saya yang mungkin juga memiliki ambisi besar untuk maju, membantu mereka mencapai semua mimpi-mimpinya. Sesekali teringat ucapan bapak saat saya utarakan ingin kuliah dulu,beliau bilang “janganke kuliah nak makan bae pesak cukup petang pagi be jadilah“ yang artinya jangankan kuliah untuk makan saja susah makan pagi sore sudah cukup. Saya ingin suatu saat desa saya maju,banyak pelajar yang pulang untuk membantu desa kecil kami lebih baik. Tidak ada lagi anak yang harus mengubur cita-citanya hanya karena masalah ekonomi. Saya yakin saya mampu, InsyaAllah.
Saat saya menempuh jenjang Sekolah Menengah Atas, Tuhan mengabulkan doa saya. Saat itu melalui Guru bagian kesiswaan, saya diberitahu mengenai peluang untuk mengecap pendidikan di Perguruan Tinggi. Saya diberitahu mengenai beasiswa BIDIKMISI, bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu. Sungguh luar biasa perasaan saya saat itu. Alhamdulillah, Tuhan memang Maha Besar. Sungguh setiap niat baik, tidak akan disia-siakan. Satu tahap lagi harus saya jalani, untuk mencapai cita-cita ini. Rangkaian Ujian untuk bisa lulus dan masuk ke Perguruan Tinggi yang saya inginkan. Semangat saya semakin besar saat itu. 
Beberapa waktu berlalu setelah UN, tiba waktunya pengumuman hasil penerimaan mahasiswa di Perguruan Tinggi dengan jalur pendaftaran secara online. Melalui pengumuman tersebut terdapat empat orang siswa yang dinyatakan lolos masuk Perguruan Tinggi melalui jalur SNMPTN dan PMDK PN. Saya menjadi salah satu siswa yang masuk dijalur PMDKPN dan beasiswa Bidikmisidi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dengan Jurusan BudidayaTanaman Perkebunan. Sekali lagi Alhamdulillah. Dengan izin bapak dan ucapan Bismillah, saya berangkat ke Payakumbuh, kota yang sama sekali belum pernah saya tempuh. 
Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang, Dia menunjukkan sayangNya kepada saya saat sampai di Payakumbuh. Saat saya datang kekampus untuk seleksi wawancara Bidikmisi, Tuhan menguji saya, saya ternyata tidak lulus beasiswa Bidikmisi melainkan hanya lulus PMDKPN. Bingung, sedih dan kehilangan harapan itu yang saya rasakan seketika. Beasiswa adalah satu-satunya harapan saya untuk kuliah. Saya lupa, saya terlalu larut dengan harapan saya sehingga lupa memperhitungkan apa yang akan terjadi jika saya tidak mendapatkan Bidikmisi. Saya ingat, sedikit rasa sombong dihati saya telah membuat Tuhan mengingatkan saya. Saya yang sangat yakin akan lulus beasiswa harus menerima kenyataan pahit ini. Dalam hati saya terus berfikir, apa yang harus saya lakukan?? bahkan untuk membiayai pendaftaran pun saya tidak punya uang. Ya Tuhan.. Ampuni saya.
Satu harapan muncul, saat salah seorang senior saya yang juga berasal dari Sumatera Selatan membantu saya untuk mengurus penundaan pembayaran uang pendaftaran. Saya berjanji akan melunasi pembayaran dibulan Agustus. saya masih ingat betul saat itu, semakin hari terlewati, semakin dekat tagihan janji saya akan datang. Saya berdoa dan terus berdoa agar Tuhan membantu saya memberikan jalan. Iba rasanya melihat bapak berusaha kesana kemari mencari pinjaman, hanya untuk melihat saya kembali bersemangat. Satu hari menjelang keberangkatan saya kembali ke Payakumbuh, akhirnya kesabaran saya dan bapak terjawab, kami mendapatkan pinjaman dari bapak kepala desa. Alhamdulillah. 
Sebuah catatan dan torehan awal yang baik dimana saya dinyatakan sebagai peserta putra terbaik PKKMB 2015. Berawal dari situ saya mulai dikenal oleh teman-teman satu semester dan juga senior. Saya sangat bersyukur dengan apa yang sama miliki saat itu. Sekali lagi Tuhan menepati janjiNya, Dia akan menambah Nikmatnya bagi hamba yang bersyukur akhirnya nama saya tercatat bersama teman-teman yang lain sebagai bagian dari penerima beasiswa Bidikmisi. Alhamdulillah. Pelan namun pasti apapun yang Tuhan rencanakan pasti yang terbaik.
Banyak mimpi yang telah saya tulis dan terpajang pada dinding mushola saya serta cita-cita besar pun berangsur-angsur terwujud. Saya bukanlah seorang mahasiswa yang memiliki IP tinggi dan punya fasilitas yang banyak untuk menunjang hal itu. Namun saya dapat memastikan saya memberikan yang terbaik yang saya mampu di bidang akademik maupun organisasi kemahasiswaan. 
Salah satu bentuk komitmen saya sebagai mahasiswa penerima Bidikmisi yaitu fokus dalam kuliah namun tetap mampu berorganisasi dengan baik. Sejauh ini saya bersyukur telah mampu menorehkan prestasi-prestasi yang baik seperti menjadi peseta :
1.        Rapat Kerja Nasional Permadani Diksi Nasional di Universitas Islam Riau 2016
2.        Juara I Lomba Artikel Ilmiah Tk Pustaka PPNP, Harapan III Debat Nasional Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Indonesia di Universitas Pembangunan Panca Budi Medan 2017
3.        Peserta FSLDKN di Universitas Riau 2017
4.        Peserta Peninjau Raimuna Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur 2017
5.        Juara III National Debate Competition dalam rangka PIS 2017
6.        Finalis Pekan Prestasi Bidikmisi KABIM Unpad 2017
7.        Juara II Lomba Artikel Ilmiah Nasional dan Juara Harapan III Lomba Cerpen UKM K-Info PPNP 2018
8.        Juara III Lomba Kisah Inspiratif dan Harapan I LKTIN dalam COC BO  Cendekia KM FKIP Unsri 2018
9.        Peserta REKORNAS  Permadani Diksi Nasional UNSRI 2018
10.    Volunter YOUCAN Indoensia Region Raja Ampat Papua Barat 2018
Serta di organisasi kemahasiswaan saya diamanahkan sebagai Ketum Formadiksi PPNP (2016/2017), Pemangku Adat PA (UKM Pramuka), Anggota Bidang Bahasa (UKM K-INFO), Anggota Bidang Kaderisasi (UKM FSI AL-AZZAM), Sekjen 1 BEM NKM PPNP (2017/2018), Plt Wakil Presiden Mahasiswa 1 BEM NKM PPNP (2017/2018 dan Staff Bidang PENGMASLINGBANNEG Permadani Diksi Nasional (2017-2019)  .
Terkadang muncul pertanyaan apa yang bisa saya berikan kepada bangsa ini terkadang merasa malu ketika tidak bisa berbuat apa-apa terhadap bangsa dan Negara ini, padahal kita telah ikut dibiayai oleh negara agar dapat membangun negeri ini bersama-sama. Alhamdulillah ketika wisuda program Sarjana Terapan Pertanian tanggal 7 September 2019 seminggu setelah itu langsung training kerja di PT. Inti Bahar Utama, Jambi dan sekarang bekerja sebagai Penyuluh Pertanian swasta PT. Dalzon Chemical Indonesia, untuk wilayah Bukittingi, Sumbar. Cita-cita saya setelah lulus dari dunia kampus yaitu memulai pengabdian terhadap negara ini dengan mulai membangun desa saya, dan  bersama-sama pemuda yang memiliki semangat seperti saya, serta menjadi pengusaha muda bidang pertanian, saya akan memajukan negara ini. Selalu ingat sesuatu yang besar harus dimulai dari hal kecil. InsyaAllah.
Pesan saya untuk para pembidikmisi, “ Kita semua bisa menjadi lebih baik dalam hidup, melalui perjuangan dan tekad yang kuat untuk merubah nasib dan masa depan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama bangkit untuk merubah dan mewarnai hidup dan bangsa kita dengan kontribusi nyata dan prestasi yang gemilang”. Tulislah mimpi-mimpi besar kita secara nyata dan tempel pada dinding yang dapat dipandang setiap saat. Berusahalah secara keras dan berdoa sampai kita melihat hanya coretan-coretan pada impian yang telah tercapai.
Percayalah saya pernah mencoba dan berhasil”.



Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

2 comments:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    ReplyDelete
  2. Luar biasa kak Abu, kami turut bangga semoga ini bisa menginspirasi anak2 yg ada di Kab.Musi Rawas khususnya Jayaloka dan Bts

    ReplyDelete