Saturday, May 16, 2020

Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui magic. Ia membutuhkan keringat, determinasi, dan kerja keras

1

Tak Gentar tuk Meraih Mimpi

“Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui magic. Ia membutuhkan keringat, determinasi, dan kerja keras”
(Colin Powell)

            Bermimpi merupakan hak semua orang, mereka memiliki angan-angan terhadap suatu cita-cita yang begitu tinggi. Tuliskan mimpimu pada secarik kertas, dan tempelkan pada dinding kamarmu. Jika suatu saat nanti mimpimu terjawab maka coretlah satu per satu mimpimu yang telah tercapai. Kata motivator yang sering aku dengar disetiap mengikuti traning motivasi. Namaku Didi Muno Irawan, lahir di Kebumen, 21 Desember 1997, dari dua bersaudara. Tepat waktu itu aku kelas X waktu  itu tahun 2013, sebuah mimpi yang tak pernah terlintas. Mimpi yang tak pernah tergagas, mimpi yang tak pernah terpapas oleh pikiran serta tak layak dan tak mungkin anak seorang tani, berasal dari desa pelosok pesisir dan anak SMK ingin mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Kutuliskan mimpi pada secarik kertas : LOLOS SNMPTN,  LOLOS BIDIKMISI, BISA KULIAH. Kemudian ku tempel di dinding kamarku sehingga aku bisa melihatnya setiap pagi.
            Aku termenung dan bertanya-tanya, rasa optimis, gelisah, dan takut bercampur aduk menjadi satu seperti es campur. Apa bisa seorang Didi kuliah dengan beasiswa bidikmisi? Apakah terbuka peluang besar lulusan SMK untuk kuliah? Apakah bisa bersaing dengan lulusan SMA yang notabene mereka lebih unggul dalam segi keilmuan?. Aku terus merenung, jika semakin bertanya-tanya maka akan timbul pesimis dalam diri. Teringat kala itu pesan dari Pak Pramono guru fisika di SMK, “Nak jika kamu ingin mendapatkan beasiswa maka dari sejak kelas X kamu harus bersungguh-sungguh belajarnya, kamu harus bisa selalu masuk peringkat tiga besar di kelas sampai lulus, karena sainganmu siswa se-Indonesia tentu tidak mudah bagi lulusan SMK. Jika kamu bisa mewujudkan hal tersebut tentu kesempatan kuliah dengan bidikmisi terbuka lebar untukmu” terang Pak Pram. Akhirnya aku mendapat titik terang layaknya mentari yang telah  menampakan jati dirinya dibalik awan. Aku mulai tersenyum  dan menanamkan keyakinan diri yang kuat  di dalam hati, Aku Pasti Bisa! Mulai hari itulah aku mengazamkan diri untuk bisa selalu peringkat pertama hingga lulus sesuai dengan pesan dari Pak Pramono. Hari demi hari aku semakin lebih rajin dan tekun dalam belajar, serta diiringi dengan tirakat puasa sunah setiap hari Senin dan Kamis. Untuk mencapai target-target tersebut tentu tidaklah mudah. Seperti luka yang tak berdarah. Aku persiapkan strategi jitu diantaranya selalu belajar pada malam harinya mata pelajaran yang akan dipelajari dihari esok, mengerjakan dan mengumpulkan tugas dengan tepat waktu, mengerjakan ulangan dengan sungguh-sungguh, dan belajar lebih keras untuk menghadapi  UTS ataupun UAS. Sepulang mengaji, tepat pukul 20.00 WIB yaitu waktu belajarku. Sekitar satu sampai dua jam cukup, setelah itu aku mempersiapkan buku pelajaran untuk hari esok untuk dimasukan tas. Kemudian langsung beranjak tidur. Sering kali aku belajar di mushola, kebetulan letaknya di belakang rumahku. Karena disana tempatnya nyaman dan sepi dari keramaian sehingga bisa berkonsentrasi untuk belajar. Sedangkan jika belajar di rumah brisik karena ada suara televisi yang sangat mengganggu. Sering aku tidak sadar terlelap tidur di sana sampai pukul 23.00-00.00 WIB, pertanda bahwa diri ini sudah sangat lelah, hingga ayah membangunkan dan menjemputku untuk pulang. Tidak hanya berusaha saja namun jerih payah ini juga diiringi dengan doa. Selalu aku meminta doa kepada kedua orang tua, karena tidak ada doa yang paling mustajab kecuali doa dari dari mereka. Sering juga jika ada acara rutinan yasinan anak muda setiap hari Minggu, aku selalu meminta doa sebagai hajat utama.
            Layaknya menjadi siswa ideal, aku tidak ingin unggul dalam bidang akademis saja, namun juga unggul dalam bidang non akademis. Sehingga sebagai balas dendam dulu saat SMP yang tidak aktif di organisasi dan perlombaan, maka mulai SMK kelas X aku mengazamkan diri juga untuk mengikuti berbagai organisasi dan perlombaan. Berikut organisasi yang pernah aku ikuti selama duduk dibangku SMK diantaranya ada OSIS (Ketua Umum), DKA (Sie Tekpram), DKR (Wakil Ketua), PIK-R (Wakil Ketua), dan Rohis (the founder). Kemudian prestasi lomba diantaranya, Juara 1 Lomba Teknologi Tepat Guna tingkat kabupaten, Juara 3 Pidato Bahasa Jawa tingkat Kabupaten, Juara Harapan 1 dan 2 Musabaqo Tilawatil Qur’an tingkat Kabupaten, Juara 1 lomba paduan suara tingkat kabupaten, Juara 3 Lomba Paduan Suara tingkat Kedu dan masih banyak lagi. Memang tidaklah mudah untuk mencapai itu semua, perlu kerja keras dan semangat yang berkobar. 
            Allah mendengar semua doaku, azamku yang peringkat satu di kelas dari kelas X-XII terkabul. Ditambah lagi nikmat yang tidak terduga. Jadi di SMK ku ada program bantuan beasiswa gratis SPP selama satu semester bagi siswa yang berprestasi meraih peringkat tiga besar di kelas. Alhamdulillah, nikmat Tuhan yang mana lagi, yang akan aku dustakan. Maka sampai lulus aku bebas biaya SPP, sehingga sejak saat itulah aku sudah belajar mandiri. Aku tidak lagi meminta uang dari orang tua untuk membeli LKS, fotocopy materi dan alat tulis lainnya. Kadang juga jika ikut perlombaan dapat uang dan makan, alhamdulillah. Memang Alloh Maha Baik dan Kaya. Sampailah waktu yang sudah ditunggu-tunggu. Seleksi masuk perguruan tinggi jalur  undangan atau SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Negeri) telah dibuka. Maka segera diriku mempersiapkan segalanya untuk mendaftar. Jalur tersebut menggunakan nilai raport dari kelas X-XII dan diseleksi secara nasional. Tidak lupa juga aku mendaftar beasiswa bidikmisi. Sehingga aku mendaftar melalui jalur SNMPTN dengan status calon pendaftar Beasiswa Bidikmisi.
            Detik-detik saat menegangkan yaitu pengumuman SNMPTN. Sungguh waktu itu tidak mampu diriku untuk membuka hasil pengumuman, hati risau dan jantung berdegup kencang seakan petir menyambar. Mulut ini terus bergumam memanjatkan doa, “Ya Alloh semoga aku lolos,”  kataku didalam batin.          Kring, suara HP berbunyi. Siapa gerangan yang mengirim pesan padaku. Aku buka pelan-pelan  dengan jantung yang masih tetap berdebar. “Selamat Kang Didi kamu lolos,” pesan dari sodikin teman kelasku. Kebahagianku mencuat tak terbendung, sehingga aku ingin menangis bahagia mendengar kabar tersebut. Aku bergegas mengabarkan ke Ibu, dan ibuku mendengar hal tersebut ikut bahagia. Namun ada satu hal yang mengganjal, beasiswa bidikmisi belum pengumuman. Antara bahagia dan takut bercampur jadi satu, sehingga terasa nano-nano. “Silakan kuliah tapi asal gratis, jika tidak lolos bidikmisi nanti kamu kerja saja. Ibu dan Bapak tidak sanggup membiayai kuliahmu nak”, pesan Ibu kepadaku. Jika aku tidak lolos bidikmisi maka pupus mimpiku yang satu ini yaitu kuliah. Sepanjang sejarah dari keluarga Bapak dan Ibuku belum ada yang bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Bapak dan ibuku hanyalah lulusan SD dan bekerja sebagai tani dan membuka warung kecil dirumah.
            Hingga tiba saat pengumuman bidikmisi keluar. Kembali aku pada situasi sewaktu menunggu pengumuman SNMPTN. Aku buka perlahan dengan di iringi tubuh bergetar dan panas dingin. Kucari namaku dengan teliti dan seksama. Dan yah, aku dinyatakan lolos Beasiswa Bidikmisi. Aku seraya  sujud syukur mengungkapkan rasa bahagia yang bergelora. Akhirnya kado yang selama ini aku tunggu telah tiba. Kado terindah yang pernah ada. Kemudian aku mengabarkan berita ini kepada orang tuaku, mereka sangat bahagia dan mendukungku untuk kuliah. Akhirya mimpi yang selama ini aku impikan dan doa yang selalu aku panjatkan terkabul. Ya Allah, begitu banyak nikmat yang Kau berikan kepadaku. Memang benar firman-Nya Man Jadda,WaJada : “Barangsiapa bersungguh-sungguh  pasti akan berhasil.” Sungguh aku benar-benar tidak sanggup mengungkapkan rasa syukur ini. Ya Allah jadikanlah aku hamba yang mensyukuri nikmatmu, bukan hamba-Mu yang kufur nikmat. Semoga aku dapat menjaga amanah ini sebagai Mahasiswa Bidikmisi dengan mempersembahkan segudang prestasi baik akademik maupun non akademik.
Beranjak ke kehidupan kuliah, ku lanjutkan tulisan mimpiku pada dinding kamar kosku. Menjadi mahasiswa yang ideal itu yang aku cita-citakan. Bagiku mahasiswa yang ideal itu organisasi yes, prestasi oke. Ikut aktif organisasi namun prestasi juga tetap terjaga dan baik. Kita tidak hanya menjadi mahasiswa yang tangkas di bangku kuliah namun tangkas di kampus dan luar kampus dengan mencari ilmu, pengalaman dan jaringan pertemanan seluas-luasnya. Menjadi mahasiswa bidikmisi memang terbatas akan uang namun tidak terbatas waktu dan ruang untuk bermimpi. Tahun 2017 awal mulai karyaku di bidang esai mendapatkan juara 1 di kampusku inilah titik awal mula semangatku untuk menggeluti bidang kepenulisan. Kemudian disusul tahun 2018 berkesempatan lolos PIMNAS 31 di UNY dan KMI EXPO di IPB dengan perjuangan yang panjang dan terjal untuk sampai dititik tersebut. Pada tahun tersebut juga aku dapat amanah menjadi Ketua Umum forum bidikmisi di kampusku. Selanjutnya tahun 2019 Bulan Juni Alloh mengizinkan aku untuk berkelana di negeri orang. Pertama di Kamboja dengan tambahan nikmat bisa menginjakan kaki juga di Malaysia dan Singapura, kemudian pada akhir tahun pada bulan November Alloh mengizinkan aku terbang lagi ke Thailand, semua dalam acara International Conference. Dan penutup tahun Alloh beri lagi kenikmatan mendapatkan Garjita Adibrata Anugerah Untidar (Anugerah Mahasiswa Berprestasi 2019) dan Mahasiswa Prestasi Terinspiratif tahun 2019. Semua tersebut mimpi-mimpiku yang telah aku goreskan dengan tinta di lembar kertas. Semua di luar dugaan, manusia hanya berencana sedangkan Alloh yang berkendak. Aku bermimpi atau merencanakan kemudian berusaha dan berdoa, kemudian Alloh yang memberikan jalan dan jawaban atas semua jerih payahku. Ingat keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan diri yang bisa diledakan untuk berkarya. Tidak usah takut bermimpi, karena bermimpi itu gratis, bahkan hal yang kelihatannya tidak mungkin akan menjadi mungkin jika kita memiliki keinginan kuat, inshaAlloh akan diberikan jalan diluar prasangka dan pemikiran kita. Jadilah Mahasiswa Bidikmisi yang luar biasa sesuai versimu. Tebarkan semangat dan kebermanfaatan seluas-luasnya agar semakin banyak orang lain tergerak dalam kebaikan.


Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

1 comment:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    ReplyDelete