Saturday, May 16, 2020

Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua

1

Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua
Salam kenal rekan-rekan sekalian,
Perkenalkan saya Said Aqil Muzaqi, sewaktu masih SMK di SMK NEGERI 1 LOSARANG INDRAMAYU saya sering dipanggil SAID. Dulu pas waktu saya kecil dan sekarang teman-teman saya memanggilku AQIL lagi sih ; ) .
Sekarang saya kuliah Jurusan Teknik Pendingin dan Tata Udara di Politeknik Negeri Indramayu, kota kecil tempat kelahiranku. Berkat program pemerintah yaitu BIDIKMISI, BIDIKMISI membuat angan saya yang tadinya dipandang sebelah mata, menjadi nyata...yang tadinya hanyalah seutas do’a berkat Ridho Orang Tua serta Allah SWT, kini angan di depan mata. Alhamdulillah saat ini saya berada di penghujung semester akhir yaitu semester 6 untuk program Diplomat 3.
Melalui kisah panjang, pada akhirnya saya merasakan bangku kuliah di PTN ini, ada banyak halang-rintang baik dari Tuhan yang berikan untuk membantuku melalui sebuah proses panjang hingga saya lulus UMPN dan beasiswa BIDIKMISI hampir di tiga tahun yang lalu.
Awalnya saya sempat tidak yakin untuk melanjutkan studi sampai di bangku kuliah ini, karena tidak adanya dukungan moral maupun materil dari Orang Tua serta Keluarga. Namun dengan tekat saya, bahwa Tuhan selalu menyertai hal-hal baik yang akan saya lakukan untuk kedepannya.
Lulus MTs/SMP/Sederajat pada waktu itu saya lulus dari MTs yang baru berdiri di desaku yaitu MTs MA’ARIF KANDANGHAUR INDRAMAYU, saya meminta kepada bapak kandung saya yang bernama SYAFII ia bekerja sebagai buruh nelayan memiliki penghasilan <700.000 / bulan dan tanggungan 3 buah hati dari menjalin hubungan dengan istrinya yg setia bernama SATINAH seorang ibu yang tangguh pada waktu itu ia baru divonis oleh dokter mempunyai empat benjolan tumor dikepalanya dan harus segera dilakukan oprasi, apalah daya keluarga kami dari kalangan ekonomi yang kurang mampu sampai saat ini belum bisa untuk melakukan operasi untuk mengangkat tumornya kami hanya bisa berdoa untuk kesembuhan ibu tercinta.
Saya meminta kepada bapak saya untuk melanjutkan sekolah ke tahap selanjutnya yaitu SMA/SMK/Sederajat kala itu. Dengan keadaan yang sedemikian rumit, spontan bapak menyatakan tidak setuju dengan nada tingginya yang membuat se-cerca harapan pada diri saya hancur seketika kala itu. Dengan sebuah tekat yang ada pada diri saya, saya tau ekonomi keluarga lebih penting, saya juga paham Ibu itu segalanya buat saya yang penyakit tumornya harus secepatnya dioperasi, adik-adik saya butuh biaya hidup yang lebih layak. Namun waktu itupun pikiran saya bergejolak, menyadarkan saya bahwa tidak ada yang menjamin seorang yang hanya lulusan SMP/Mts/Sederajat bisa mendapatkan pekerjaan yang layak serta bayaran yang dapat menunjang semua problema diatas tadi.
Lantas saya sempat pergi dari rumah, dan datang ke teman. Tanpa sepengetahuan keluarga serta orang tua saya, saya melanjutkan sekolah dengan ajakan teman saya untuk mendaftarkan di SMK NEGERI 1 LOSARANG INDRAMAYU, salah satu SMK faforit di Indramayu kala itu. Akhirnya saya diterima dengan jalur reguler di Jurusan Teknik Pemesinan, genap satu semester di SMK saya dipanggil sama bagian administrasi SMK karena tunggakan biaya reguler yang saya ambil. Singkat cerita saya curhat sama staf admin kala itu, lalu memberikan solusi untuk menghadap pada Kepala Sekolah yang menjabat dengan orang tua yang mendampingi pada waktu itu. Akhirnya saya pulang kerumah minta Restu pada orang tua saya dan membujuk bapak untuk bisa menghadap langsung kepada Kepala Sekolah, alhamdulillah dengan adanya program Sekolah yang mandiri biaya sekloah saya selama SMK di “nol” rupiahkan. Dan pada pertengahan semasa SMK barulah saya terbantu juga dengan program pemerintah yaitu KIP.
Dengan berbagai macam bekal yang di dapat dari semasa SMK Akademik maupun Ekstrakurikuler yang ada, saya memiliki impian untuk melanjutkan studi saya. Dan tidak dibantunya materil oleh orang tua, saya bersekolah sembari berjualan jajanan yaitu “takoyaki” untuk memenuhi kebutuhan sekolah mulai dari ongkos serta uang saku saya. Luluslah saya dari  SMK NEGERI 1 LOSARANG INDRAMAYU pada tahun aangkatan 2016/2017. Saya meminta restu keluarga dan orang tua saya untuk melanjutkan kuliah, namun mereka tidak merestuinya dengan dalih mereka  “ lulusan SMK itu ya langsung kerja” udah kerja aja sana cari lowongan pekerjaan...
Apalah daya, saya peribadi Ridho kedua Orang Tua itu segalanya bagi hidup saya karena saya tau “Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (Hasan. At-Tirmidzi :  1899, HR. Al-Hakim : 7249, ath- Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabirr : 14368, al-Bazzar : 2394).
Susahnya peluang kerja untuk lulusan SMA/SMK/Sederajat pada waktu itu, saya mondar-mandir hingga terpingkal-pingkal cari lamaran kerja, daftar sana-sini dan ditolak sana-sini, padahal sudah sesuai mengikuti arahan pemerintah yang mengharuskan lulusan sekolah menengah atas maupun kejuruan memiliki sertifikar kompetensi bergambar burung garuda (sertifikasi profesi BNSP) sebelum memasuki dunia kerja kala itu.
Dan pada akhirnya saya mengaku gagal serta menyerah untuk mencari pekerjaan, tanpa sepengetahuan kedua orang tua pula saya mendaftarkan kuliah di Politeknik Negeri Indramayu dan beasiswa BIDIKMISI. Kemudian saya ikutlah tes masuk PTN Gelombang Akhir yaitu UMPN dan alhamdulilah lolos, terus kedua orang tua saya tahu, bahwa saya daftar kuliah karena waktu itu tim survei BIDIKMISI datang kerumah untuk melakukan pendataan secara real keadaan keluarga kami, saya sempat di maki oleh orang tua saya yang pada akhirnya saya dan orang tua saya menjatuhkan arimata secara berbarengan karena mendapatkan situasi yang sama dan serba merasa salah antara saya - orang tua. Namun dengan kedatangan tim survei dari Politeknik Negeri Indramayu, orang tua saya dengan sedikit berat hati menyetujui saya untuk berkuliah dengan pertimbangan BIDIKMISI dan tidak mau tau atas apapun itu mengenai kuliah saya, termasuk sekedar mengasih uang saku kepada saya, tim survei telah membuka pola berfikir kedua orang tua saya sehingga saya dapat restu dari orang tua saya serta keluarga.
Dengan bekal yang di dapat dari semasa SMK saya bisa berkuliah tanpa menghandalkan uluran tangan kedua orang tau, cukup kiriman doa dari keduanya insyaallah Allah selalu menyertai langkah saya, menjadi mahasiswa yang aktif  dalam Akademik serta Organisasi Ekstrnal dan intrnal kampus maupun HMJ. Mempertahankan serta meningkatkan IPK dan memperluas ilmu Kreatifitas Mahasiswa juga tak kalah penting bagi diri saya.
Semester demi semester sudah saya lalui, dan pada akhirnya saat ini saya berada di penghujung semester untuk Angkatan 2017 lulusan D3 Teknik Pendingin dan Tata Udara Politeknik Negeri Indramayu. Seharusnya saat ini lagi sibuk-sibuknya melaksanakan proyek Tugas Akhir, namun keadaan sekarang kegiatan kami sebagai Mahasiswa Tingkat Akhir agak sedikit terkendala dengan adanya penyebaran virus pandemi COVID-19.
Semoga semuanya lekas membaik seperti semula, serta program-program beasiswa yang di canangkan pemerintah apapun itu namanya akan selalu menjadi harapan-harapan emas bagi generasi yang membutuhkan dan ingin berjuang untuk kesejahteraan yang merata pada negeri tercinta ini. Demikianlah se-cercah kisah saya bersama program beasiswa pemerintah khususnya BIDIKMISI, semoga dapat menginspirasi dan bermanfaat.

Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

1 comment:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    ReplyDelete