Sunday, May 10, 2020

Nak, Meskipun Ayah Hanya Seorang Tukang Ojek Dan Ibu Hanya Seorang Buruh Upah Harian Percayalah Pada Kami Nak, Kami Bisa Mengantarkanmu Ke Gerbang Kesuksesan

0

Assalamualaikum, para pejuang menggapai cita!
Saya Merco Annisa, alumni bidik misi Universitas Sriwijaya angkatan 2016. Sejak di sekolah dasar, tentunya saya sudah memiliki mimpi bahwa di masa depan saya ingin menjadi orang yang sukses di masa depan. Sejak sekolah dasar pun, kedua orang tua saya selalu meyakinkan saya bahwa saya bisa menjadi orang sukses. Ayah saya kerap kali berkata “Nak, Meskipun Ayah Hanya Seorang Tukang Ojek Dan Ibu Hanya Seorang Buruh Upah Harian Percayalah Pada Kami Nak, Kami Bisa Mengantarkanmu Ke Gerbang Sukses itu dengan keringat dan doa kami yang terus melangit untuk mu”. Tentu kata-kata ayah ini sangat amat mencambuk semangat ku. Sedari SD saya selalu berusaha dan memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya, karena saya tak ingin mengkhianati keringat bahkan air mata kedua orang tua saya yang terus mengucur untuk memperjuangkan anaknya agar dapat mengenyam pendidikan setinggi-tinggi nya dan tak lupa untaian doa-doa tak pernah absen bahwa diri ini ingin sekali melanjutkan studi ke perguruan tinggi nantinya. 
Dan Alhamdulilah benar adanya, saya telah membuktikan pepatah yang mengatakan “ada doa, ada ikhtiar pasti akan ada jalan”. Di tingkat akhir SMA (pada tahun 2016), saya menjadi salah satu mahasiswa yang mendaftar sebagai penerima beasiswa bidik misi. Meskipun pada awalnya saya gagal di jalur SNMPTN. Tapi semangat saya tak berhenti disitu saya terus mempersiapkan untuk tes SBMPTN dan Alhamdulillah saya dinyatakan lulus SBMPTN dengan jalur bidik misi di Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Perjuangan tak berhenti sampai sini saja tentunya, banyak pihak-pihak yang mencemooh ketika mendengar saya akan kuliah banyak tetangga yang mengatakan “anak tukang ojek sok-sok an mau kuliah awas ntar putus ditengah jalan, anak tukang ojek memaksakan diri amat yah nyusahin orang tua aja” dan masih banyak cemoohan dan hinaan yang lain. Sempat kefikiran sih dengan hinaan-hinaan itu tapi kedua orang tua saya lagi-lagi meyakinkan saya bahwa saya akan bisa membuktikan kepada mulut orang-orang yang menghina itu bahwa anak tukang ojek ini kelak akan menjadi orang besar yang sukses. Dan Alhamdulillah, pada Februari 2020, saya telah menyelesaikan studi saya. Tak ada moment yang lebih membahagiakan sepanjang hidup saya dibandingkan moment ini : pertama, ketika saya berjalan menggandeng kedua orang tua saya saat menuju dekan dan ketua program studi di hari yudisium fakultas  sembari nama saya disebut “Merco annisa, S.P. anak dari Bapak Minsandri dan Ibu Noni”. Kedua, ketika saya memandang wajah kedua orang tua saya saat hendak maju menuju rektor di hari wisuda, dan tak terasa air di pelupuk mata pun sempat menetes mengingat bisa ada disini dan bisa seperti ini karena perjuangan, peluh, air mata dan ridho serta doa yang terus melangit dari kedua orang hebat ini. Inilah cerita singkat perjuangan saya, semoga dpaat menginspirasi adik-adik ya. Selagi niat, ikhtiar masih ada didalam dirimu dan doa yang tak pernah absen kau langitkan dan kau mengantongi ridho orang tua mu maka kamu tak perlu risau dan khawatir. Tuhan pasti akan memberimu jalan!


Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment