Tuesday, May 26, 2020

Meraih Mimpi Tanpa Ayah Disisi

0

CERITA INSPIRATIF PENERIMA
BEASISWA BIDIKMISI
“Meraih Mimpi Tanpa Ayah Disisi”

Sri Wulandari
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO (Prodi D3 Teknik Telekomunikasi)
POLITEKNIK NEGERI PADANG
Semester 4 (Bp 2018)
Bismillah
Assalamualaikum sahabat semuanya.
Bagaimana kabarnya hari ini semoga tetap semangat yaa.
Walaupun di tengah pandemi ini ketika semua aktivitas perkuliahan diwajibkan semuanya dari rumah..
Harus tetap semangat dan jangan lupa bersyukur.

            Perkenalkan nama saya SRI WULANDARI seorang gadis kecil yang pernah bermimpi agar bisa kuliah di Perguruan Tinggi Negeri di Kota. Saya dilahirkan di Jakarta, 17 Aguustus 2000. Bertepatan dengan hari ulang tahun kemerdekaan bukan? Yapp betul sekali bertepatan dengan dirgahayu Indonesia yang ke-55
Saya dilahirkan di Jakarta, karena Ayah saya berasal dari Jakarta. Dan kami hidup bersama selama beberapa tahun di sebuah petak kontrakan kecil di Jakarta. Dan saat itu ketika saya yang masih berumur 5 tahun diajak Ibu untuk ke kampung rumah Nenek yakni di Solok, Sumatera Barat dan dari sinilah perjuangan hidup saya dimulai.
Ketika saya sudah memasuki pendidikan SD semuanya tampak baik-baik saja berjalan normal tanpa adanya hambatan namun ketika saya sudah beranjak paham, saya mulai bertanya bahwa selama ini Ayah saya kemana ???. Kenapa teman-teman saya yang lain  bisa bahagia dan tertawa riang dengan Ayahnya. Saya bertanya-tanya kebingungan akan hal ini dan puncaknya ketika kelas 5 SD Ibu saya mulai beranjak sakit dan diharuskan dirawat di Rumah Sakit. Saat itu saya bingung kenapa Ibu saya harus dirawat, saya juga bingung kemana ayah saya dan bagaimana dengan biaya Rumah Sakit, harus dibayar dengan apa. Untungnya ada bantuan kesehatan yang saat itu namanya “JAMKESMAS” sehingga biaya RS menjadi gratis. Saat itu saya sangat takut karena saya hanya punya Ibu saya sebagai Orangtua saya satu-satunya dan saya juga sangat bersyukur karena memiliki sanak keluarga yang sangat peduli dan sayang kepada Saya dan Ibu saya. Setelah peristiwa masuk Rumah Sakit, Ibu saya sudah tidak bisa bekerja. Hanya pekerjaan Rumah Tangga yang ringan saja yang bisa dikerjakan.
Tamat dari SD saya masuk SMP Negeri 2 Gunung Talang. Salah satu SMP favorit di tempat saya tinggal. Alhamdulillah tidak ada biaya SPP yang harus dibayarkan untuk setiap Bulannya. Hanya saja ada uang pembangunan setiap tahunnya, namun bisa dibayarkan karena bantuan dari Sanak Family yang ada. Alhamdulillah semua berjalan seperti biasa dan normal, saya bisa tamat dari SMP selama 3 tahun. Selanjutnya tahapan untuk masuk di Jenjang pendidikan sekolah menengah SMA/SMK .
Disaat itulah saya merasakan kebingungan yang luar biasa karena saya menganggap bahwasanya ini adalah pendidikan terakhirsaya sebelum saya mencari pekerjaan untuk membantu ibusaya nantinya. Karena saat itu saya berpikir bahwasanya saya tak mampu untuk bisa Sayaliah nantinya saya pun memilih SMK agar ada keahlian/skill yang saya punya setelah lulus nantinya.
Saya memutuskan untuk sekolah di SMKN 1 Gunung Talang dengan jurusan TKJ(Teknik Komputer dan Jaringan). Alhamdulillah disana saya menemukan keluarga baru yang sangat baik, teman-teman dan Guru-Guru yang sangat sayang kepada semua muridnya yang baik. Terutama saya kenal dengan salah seorang Guru yang sangat baik pada saya beliau membayarkan semua tanggungan SPP saya setiap bulannya. Karena dengan kebaikan beliau, saya bisa dengan lancar membayarkan uang SPP setiap bulannya. Beliau sangat baik pada saya, beliau yang selalu membayarkan uang SPP 3 tahun selama di SMK. Ketika saya berada di kelas 3 SMK dan saya bercerita dengan Guru-Guru bagaimana kedepannya apakah kuliah atau bekerja. Dan saya pun menjawab saya tak punya uang untuk kuliah. Dari percakapan itulah guru saya berkata jika ada kesempatan kenapa tidak dimanfaatkan dan guru memberitahu saya tentang beasiswa “BIDIKMISI”. Saya bertanya-tanya apa itu bidikmisi dan saya mencari tahu semuanya di Internet tentang beasiswa BIDIKMISI. Alhamdulillah dengan segala upaya, perjuangan dan doa saya berusaha untuk mengurus semua persyaratan untuk mendapatkan beasiswa bidikmisi ini. Ketika semua persyaratan telah diselesaikan saya mulai mendaftarkan diri di Universitas Negeri dan Politeknik Negeri. Qadarullah saya tak berhasil lulus di Universitas Negeri tapi takdir berkata lain saya lulus di kampus Politeknik Negeri Padang salah satu Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Padang. Alhamdulillah walaupun tak sesuai dengan harapan dan cita-cita saya di awal tapi Saya harus bersyukur, Allah beri saya kesempatan untuk menggapai mimpi saya bisa berkuliah. Satu hal yang selalu menguatkan saya sampai sekarang walaupun saat ini saya berkuliah di Perguruan Tinggi yang tidak sesuai dengan harapan saya.
Firman Allah dalam QS Al-Baqarah:216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi(pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Hal ini yang selalu saya yakini dan saya genggam erat-erat, saya yakin di luaran sana masih banyak teman-teman yang memiliki cerita inspiratif yang luar biasa. Terimakasih untuk semua pengalaman berharga yang diberikan oleh guru-guru saya yang hebat. Terimakasih untuk orang-orang baik semua sanak family yang selalu baik dan selalu membantu wulan dalam mewujudkan semua mimpi-mimpi wulan sehingga saat ini saya bisa berkuliah di Perguruan Tinggi Negeri yang ada.
Terimakasih kepada Politeknik Negeri Padang yang telah memberi kesempatan untuk saya bisa berkuliah dan memberikan beasiswa BIDIKMISI. Terimakasih BIDIKMISI sekarang saya bisa melanjutkan perjuangan saya dan telah menggapai mimpi saya untuk bisa berkuliah. Walaupun perjuangan ini tanpa ditemani oleh seorang Ayah disisiku, walaupun tanpa Ayah yang menemani disisi, saya masih bersyukur karena masih memiliki Ibu yang selalu setia menemani dan memberikan support untuk semua perjuangan saya dalam menggapai mimpi dan cita-cita saya.Bidikmisi dan perkuliahan ini mengajarkan saya banyak hal menjadi mahasiswa yang aktif bukan mahasiswa yang pasif. Mengajarkan saya untuk bisa mampu dan aktif berorganisasi sehingga saat ini saya bisa menjadi bagian dari Lembaga Legislatif Keluarga Mahasiswa di Polteknik Negeri Padang. Alhamdulillah saya juga bisa bergabung di sebuah komunitas menulis @nulisbarengrobi dan berhasil menulis sebuah buku antologi bersama teman-teman lainnya di kounitas. Alhamdulillah Kuasa Allah, Allah sangat sayang kepada kita jika kita mau bersyukur dan berjuang. Jangan pernah menyerah dengan keadaan yaa. Tetap Semangatt dalam menggapai mimpi kita.
Terimakasih Bidikmisi, telah banyak memberikan bantuan kepada saya ketika mimpi menjadi nyata tanpa Ayah disisiku. “Bidikmisi !!! Membidik prestasi, membangun Negeri.”
#SemangatMenginspirasi
 
Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment