Wednesday, May 20, 2020

Lagi dan Lagi.. (Hikmah dibalik Perjuangan)

1

Manusia adalah makhluk sosial yang mana dia tidak bisa memenuhi kebutuhannya dengan sendiri dan memerlukan bantuan dari orang lain, fitrahnya setiap manusia pasti mempunyai kebutuhan baik kebutuhan Sandang Pangan dan Papan. Meskipun demikian manusia tidak dapat memenuhi itu semua, bahkan hanya dapat memenuhi kebutuhan Sandang dan Pangan nya saja, itu pun sukar dipenuhi.
Begitupula saya, seperti kondisi diatas yang mungkin hanya bisa memenuhi kebutuhan hidup hanya sebatas sandang dan pangan, akan tetapi mempunyai cita-cita yang tinggi, namun jangankan untuk bersekolah untuk mencapai cita-cita tinggi tersebut untuk kebutuhn sehari-hari pun masih kurang ditambah lagi dengan kondisi orang tua yang mungkin sudah tua renta, sakit bahkan sudah tidak mempunyai kedua orang tua. Lalu, dengan kondisi yang serba kukurangan tersebut apakah kami masih bisa menggapai cita-cita kami yang tinggi itu? Apakah ini hanya sekedar mimpi disiang bolong? angan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dengan kondisi yang tidak mencukupi seperti ini.
Padahal berdasarkan amanah Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang mana negera menjamin setiap warga negeranya untuk dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

Berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu memang menjadi masalah yang dihadapi warga Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi, terkadang dalam kehidupan nyata, banyak kita temui ada orang tua atau keluarga yang mampu untuk megkuliahkan anaknya untuk ke jenjang pendidikan tinggi namun dari anak tersebut tidak mau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau kuliah, begitupun sebaliknya, dengan kondisi orang tua atau keluarga yang kurang mampu bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehariharinya saja kesullitan tetapi sang anak mempunyai semangat untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi atau kuliah. Inilah yang menjadi problem sebagian masyarakat Indonesia dan menjadi faktor kurangnnya sumber daya manusia di Indonesia.

Seperi halnya saya, Nama saya Zezen Zainul Ali, saat ini saya sedang menempuh perkuliahan tepatnya Semester 6 di IAIN Metro Lampung, saya adalah anak pertama dari pasangan suami istri yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bapak hanya petani dan buruh serabutan dan Ibu  dirumah.
Sejek kecil didik dengan hidup dengan penuh kesederhanaan yang mengajarkan arti kehidupan kalau kita tidak mau berusaha maka kita tidak akan menjadi apa-apa, kesederhanaan ini mulai saya terapkan ketika masuk bangku sekolah MI, memulai sekolah diusia 5 tahun yang relatif masih dianggap belum mampu menerima pelajaran sekolah tapi saya membuktikan bahwa saya mampu. 
Saya teringat hari pertama masuk sekolah, saya diantarkan oleh ibu tas yang seyogyanya dignakan untuk membawa buku dan terbuat dari bahan kain yang layak, kala itu saya berangkat dengan menggunakan tas plastik dan memakai sendal jepit, tapi waktu itu tidak ada rasa malu karena semangat bersekolah mengalahkan rasa malu itu.
Kesederhanaan ini berlanjut saat masa sekolah di tingat menengah pertama, saya sekolah di madrasah tsanawiyah yang mana lokasi sekolah tersebut lumayan jauh sekitar 6 kilometer dari rumah, setiap hari perjalanan menuju sekolah menggugakan sepedah disaat kawan-kawan yag lain sudah menggunakan motor, lagi-lgi karena rasa semangat yang kuat semua dijalani dan berlangsung sampai lulus.
Selanjutnya Saya meilih Sekolah Menengah Atas sebagai tempat petualangan dalam meraih ilmu, namun ada sebuah cerita yang ku anggap sedih dan lucu , saat di jenjang seolah sebelumnya saya berminat untuk bersekolah di SMK dan memilih teknik mesin, namun karena biaya yg mahal orang tua tidak meretustuinya dan ada rasa sedih. Lalu aku memutuskan untuk sekolah di SMA awalnya tidak terpikir tapi aku mendengan disekolah ini klub sepak bolanya bagus seketika memutuskan untuk sekolah disini, karena memang saya mempunyai hobi sepak bola.
Lag-lagi, kesederhanaan dan berkat do’a , Allah SWT selalu memberikan rezeki yang tidak diduga oleh mahluknya, selama sekolah saya mendapatkan beasiswa dan dibebaskan pembayaran. Namun meskipun demikian karena memang saya suka membeli buku uang dari beasiswa saya gunakan untuk membeli buku.
Menjelang akhir sekolah impian kuliah melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi pun ada, dari situ mulai bersemangat untuk mencari info tentang dunia perkuliahan kepada kakak-kakak yang sudah merasakan bagiaman cara masuk kuliah dan pembelajaran dalam kuliah. Sembari mencari info, meminta ijin kepada orang tua pun dilakukan, namun tidak sesuai dengan harapan, ibu menyarankan agar tidak kuliah karena kondisi keluarga yang pas-pasan ditambah lagi kondisi bapak yang sedang sakit, bapak sakit seperti infeksi ditanggan yang mengakibatkan segala jenis pekerjaan yang dilakukan oleh tangan tidak bisa dilakukan.
Hari pun terus berlalu, rasa ingin melanjutkan sekolah ke dunia perkuliahan tetap ada, mencoba meyakinkan orang tua kembali itu yang dilakukan, dan usaha tersebut membuahkan hasil, orang tua mumberi support namun dengan syarat memilih perguruan tinggi yang terdekat dan pada saat itu orang tua menyarankan di STAIN Metro dan memang disana kakak sepupu sudah berkuliah disana.
Saat masa pendaftaran tiba,  mimpin dan keinginan pun sirna seketika, kondisi bapak yang sedang sakit semakin parah, sebagai seorang anak tidak mungkin memaksa orang tua disaat keadaaan yang seperti ini, kupendam dalam-dalam mimpi itu.
Setalah pengumuman kelulusan yakni ditahun 2015, mencari pekerjaan adalah langkah awal yang dilakukan dan untuk membantu meringankan bebah orang tua, namun tetap tidak sesuai harapan, saat itu lamaran pekerjaan ditolak, bersama kawan mencoba melamar pekerjaan kembali di sebuah perusahaan besar namun rezeki memang belum berpihak lamaran kerja pun kembali ditolak, tapi itu tidak memutuskan semangat mencoba dan mencoba selalu dilakukan, hingga akhirnya akupun diterima berkerja di perusahaan penyalur tenaga kerja.
Selama berkerja pasti menemukan bebeapa halangan dan rintangan, yang paling dirasa berat adalah saya mempunyai pribadi yang diam namum karena tuntuntan pekerjaan, berbicara didepan audien banyak adalah tuntutan, lama-lama pasti terbiasa, dan hal itu berdampak pada keaddan saat ini dimana sering diminta untuk menjadi pemateri.
         
1 tahun 6 buan berjalan berkerja rasa yang dulu pun datang kembali yakni melanjutan sekolah kejenjang perguruan tinggi, ku ceritakan kembali rasa yang dlu pernah hilang ini kepada orang tua, dan rasa senang pun datang ketika kedua orang tua memberi restu dan akan berhenti berkerja dan mendaftar diawal penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2017.
Jelang pendaftaran kuliah memperispakan segala berkas dan mencari-cari info tentang pendaftaran kuliah kepada kawan-kawan, disisilain mencari info tentang beasiswa dan ternyata ada beasiswa Bidimisi, namun dalam memenui persyaran beasiswa ini memenmui banyak kesulitan seperti menemui kepala sekolah sampai 3 kali tetapi kesulitan ini dapat dilalui. Saat pelaksanaan tes rasa ragu pun muncul karena memang selama 2 tahun tidak menemukan soal-soal ujian, tapi dengan doa dan keyakinan kulalui semua itu.
Lagi-lagi, keagungan Alloh SWT terbukti, Hari pengumuman kelulusan pun tiba, rasa gemetar deg-dengan yang dirasakan. Dan senang, haru, bangga seketika dirasakan saat dinyatakan lulus dalam tes ini dan dinyatakan sebagai penerima beasiswa Bidikmisi tangis harupun menghampiri seketika bersujud syukur atas apa yang Alloh berikan. Seketika kuberlari memberi info yang bahagia ini kepada orang tua.
Perkuliahan pun sudah berjalan, awalnya yang dirasankan adalah rasa ragu karena takut tidak bersaing dengan kawan-kawan yang memang baru lulus dari dari sekolah. Tapi mungkin dibalik hikmah perjalan hidup yang lalu dan saat berkerja, saya pun dapat bersaing dengan kawan-kawan dan termasuk mahasiswa yang berprestasi, dengan mengikuti kegiatan organisasi kampus dan menjadi ketua disalah satu ormawa kampus yaitu Pramuka dan menjadi tokoh sentral disetiap organisasi yang diikuti terutama di Ikabim yakni Ikatan Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi yang ada di IAIN Metro, dan juda ikut mewakili kampus dalam berbagai kegiatan seperti Pekan Kreatifitas Mahasiswa Se-sumatera di Palembang, lalu pelatihan Instruktur Nasional Moderasi Bergama yang dilaksanakan Kementrian Agama dan even nasional di semarang, menjadi yang takterlupa adalah ketika mewakili provinsi dalam Kongres Indonesia Millenianl Movement di Istana Kepresidenan di Bogor dan bertemu dengan Prisiden Joko Widodo secara langsung serta berkesempatan mengikuti kegiatan Student Mobility Program ke Malaysia dan Thailand.
Lagi-lagi rencana Alloh yang tidak terduga oleh mahluknya, dari perjalanan yang berliku menghasilkan sesuatu yang tidak terduka dan bersyukur atas itu.


Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

1 comment:

  1. Website paling ternama dan paling terpercaya di Asia
    Sistem pelayanan 24 Jam Non-Stop bersama dengan CS Berpengalaman respon tercepat
    Memiliki 9 Jenis game yang sangat digemari oleh seluruh peminat poker / domino
    Link Alternatif :
    arena-domino.club
    arena-domino.vip
    100% Memuaskan ^-^

    ReplyDelete