Friday, May 8, 2020

Kisahku Meraih Mimpi

0

Assalamualaikum wr wb
          Perkenalkan nama ku Andini Septi Rahayu. Aku adalah mahasiswa bidikmisi angkatan 2013. Alhamdulillah aku lulus pada bulan Agustus 2017 dari Universitas Sriwijaya dengan jurusan Pendidikan Kimia dengan IPK 3.51
       Kisahku bermula dari mimpi. Sejak SMP aku tidak ingin melanjutkan untuk kejenjang SMA melainkan ke SMK agar ketika lulus aku telah memiliki modal yg cukup untuk bekerja. Namun takdir berkata lain ibu ku menginginkan ku untuk masuk SMA yang sekolahny memiliki jarak lebih dekat dengan rumahku (sekitar 15 menit menggunakan sepeda motor). 
       Alhamdulillah aku masuk di SMAN 1 Semendawai Suku 3, dengan prestasi yaa alhamdulillah lah dan semngatttt belajar yang tinggi. Dan hingga dikenaikan kelas 11, raport ku menunjukkan aku harus masuk IPA, padahal aku inginny IPS, karena menurutku, untuk ukuran sebuah desa ilmu yg dipakai untuk bekerja adalah IPS (Koperasi, dagang, dll). Namun takdir berkehendak aku tetap masuk IPA setelah teman ku meyakinkan bahwa kalaupun aku tak kuliah setelah SMA kita hnya butuh belajar untuk bekerja, dan aku memang lebih suka IPA sih sebenernya dari pada IPS. Karena saya tak terlalu suka menghapal, hehehee.
       Pada saat kelas 3, ada alumni kakak tingkat kami yang datang dengan menjelaskan beasiswa bidikmisi ini, disituuuu berkobar semngat saya untuk melanjutkan kuliah. Saya cukup sadar diri, saya hanyalah seorang anak sulung dari 4  bersaudara, dengan ibu adalah seorang penjual sayur keliling dan ayah adalah Kuli bangunan. Namun saya menyampaikan niat saya untuk melanjutkan kuliah kepada orangtua saya dengan menyampaikan bahwa "Buk, Dini pingin kuliah, tapi klu lulus beasiswa bidikmisi buk ya". Hal ini didukung oleh kedua ortu saya. Dan alhamdulillah saya lulus.
       Lika liku hidup sebagai mahasiswa bidikmisi sungguh terasa. Mulai dari beradaptasi dengan lingkungan yang baru, teman teman baru, mengatur keuangan, dan lain-lain. Hal yang sangat membahagiakan pada saat pengumuman beasiswa bidik misi cair pertama kali pada hari Jumat, 25 Oktober 2013, juga adalah hari yang paling menyedihkan karena Bapak saya meninggal hari itu. Padahal pada malam hari, kamis, 24 Oktober 2013nya, saya masih telponan dengan Bapak saya. Perjalanan dari Indralaya ke Belitang memakan waktu 5 Jam. Saya sampai di rumah sekitar pukul 17.45 dengan kenyataan bahwa Bapak sudah dikubur, sehingga saya tak bisa melihat lagi sosok cinta pertama bagi seorang anak cewek ini. Adik saya yang terakhir, yang ke 4, pada saat itu masih dalam perut ibuku, hari itu juga adalah hari perkiraan lahir adikku yang terakhir. Serasa hancur dunia, iyaa, aku adalah anak yang paling dekat dengan bapak, meskipun 2 adikku adalah laki-laki. Dan disitu timbul niatan untuk menghentikan perjalanan kuliahku sampai disini, melihat kondisi Ibuku yang sedang hamil besar, adik yang satu SMA, yg satu SMP, dan yang satu masih didalam perut. Tapi ibuku tetap menyuruhku melanjutkan kuliahku. 
       Aku kuat, aku kuat, aku kuat. Bismillahirrohmanirrohim, aku kembali ke kampus ku, dengan hati yang remuk tak menentu. Aku bertekad aku pasti bisa lulus. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. 
       Aku berjuang untuk hidup, dengan beasiswa 600ribu perbulan yang diberikan oleh beasiswa aku berusaha hidup. Aku selalu berusaha untuk sama sekali tidak meminta dengan ibukku. Jadi biasanya saya akan makan 5000 sehari, beras sudah ada bawa dari rumah. 3000 untuk beli sambel tempe, dimakan untuk makan malam dan bekal siang dikampus. 2000 untuk sayur pada malam hari. Begitu seterusnya. Sampai saya pernah kena penyakit kuning, sehingga saya agak menambah bagian uang makan saya karena terlalu banyak mengkonsumsi minyak kata dokter nya. Uang sisa ny saya sisih kan untuk bayar asrama 150ribuperbulan, dan untuk keprluan tugas kuliah dll, 
       Dan biasanya dapet tambahan dari UKM, saya ikut UKM Beladiri Taekwondo, dan dari situ biasanya ada event event, jadi lumayannn lahhhh, nambah 100-200ribu sebulan. Biasanya kegiatan kayak itu adany setahun 2 kali, tapi klu ada event kayak itu, biasany makan alhamdulillah dak tinggal karena biasanya makanny di tanggung pas jadi panitia, sebelum dan setelah acara, kan alhamdulillah.
       Kalau dihitung, dana dari bidikmisi setiap semester kita akan dapet 1.800.000 jadi bener bener manfaain banget buat disisihin.
Semester 1 = Keperluan kuliah (laptop second)
Semester 2 = beli sepeda
Ssmester 3 = beli printer
Semester 4,5,6 = nabung buat PPL ke Lombok (alhamdulillah sepeser pun nggak minta Ibuk)
Semester 7 = beli hp cantik (susah banget info apa2 pakek BBM apalah daya yang HP ny nokia biasa)
Semester 8 = buat wisuda 
       Nggak kerasa 4 tahun kuliah, alhamdulillah nyandang gelar sarjana meskipun lika liku hidup nya banyak buaaaanggettt.
       Pesan untuk adik adik mahasiswa bidikmisi, tetep semngatt jangan sia sia kan beasiswa ini untuk hal yang tidak bermanfaat, karena masih bnyak orang yang ingin namun terkendala ketidak tahuan akan beasiswa ini. Untuk adik adik SMA ayo bermimpi, bidikmisi akan bantu mengejar mimpi kalian.
Salam hangat 

Andini Septi Rahayu



Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment