Saturday, May 9, 2020

Jadilah besar di kampus yang kecil daripada jadi kecil di kampus yang besar

0

Assalamualikum warahmatulahi wabaraktuh…
            Hai, perkenalkan nama saya Dwi Winarti, asal saya dari Purworejo, Jawa Tengah. Saya mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purworejo.
Sedikit berbagi cerita tentang perjuangan saya untuk kuliah. Saya adalah lulusan tahun 2017 di SMA N 5 Purworejo, yang telah mengikuti berbagai seleksi masuk perguruan tinggi. Mulai dari SNMPTN dan SBMPTN. Tapi, saya adalah salah satu orang dari ribuan siswa yang belum beruntung untuk bisa lolos tes tersebut. Masih saya ingat waktu itu ketika saya tahu bahwa saya tidak lolos SNMPTN, saya menangis di hadapan orantua saya, mungkin karena terlalu berharap. Akhirnya, saya mencoba keberuntungan lain dengan megikutu SBMPTN, hasilnyapun sama masih belum diberi kesempatan. Sempat mau ikut ujian mandiri, tapi guru bhs Inggris saya Pak Panji Irawan tidak menyarankan karena mahal biayanya. Beliau juga menyarankan agar saya belajar untuk SBMPTN tahun depan saja. Alhasil saya sependapat dengan beliau. Aku belajar ikhlas walaupun aku sangat kecewa dan belum rela.
Jeda beberapa bulan, akhirnya aku memutuskan untuk merantau ke Semarang, hal itu atas saran orangtua saya, toh daripada nganggur mending cari uang buat biaya kuliah tahun depan pikir saya. Pertama kali merantau it’s hard, aku benar-benar sendiri. Gak punya siapa-siapa. Menangis setiap malammnya tidak cukup mengobati rasa sepiku. Aku bertahan selama 5 bulan bekerja di sebuah pabrik garmen yang sebagian besar orang tahu betapa keras di dalamnya. Tapi aku bersyukur aku diajarkan untuk menjadi wanita yang kuat dan mandiri selama di perantauan. Setelah pulang aku meminta izin orang tua untuk melanjutkan kuliah, tapi mereka tidak mengizinkan karena mereka takut tidak bisa membiayainya karena ayah saya hanya seorang kuli bangunan dan ibu saya seorang ibu rumah tangga. Akhirnya, aku disuruh bekerja di sebuah KSP di Magelang. Bertahan 1 bulan aku tidak betah karena memang aku tidak ingin bekerja aku ingin sekolah. aku berusaha meyakinkan kedua orangtua. Saya mencari beasiswa untuk tetap bisa kuliah, waktu itu bidikmisi berlaku 2 tahun, aku memanfaatkan hal tersebut di tahun 2018. 
Aku menghubungi pihak SMA. Setelah diurus dan disurvey rumah saya ternyata saya tidak lolos seleksi  bidikmisi. Sudah hampir putus asa, tapi saya tetap meyakinkan kedua orangtua saya. Akhirnya saya mengambil beasiswa lain yang ada di kampus. Setelah 1 semester berlalu, Alhamdulillah ada kloter tambahan beasiswa bidikmisi dan Alhamdulillah saya ada dalam nama tersebut. Dan dari hal itu saya percaya bahwa Allah Maha Tahu. Tahu siapa yang berjuang keras. Dan saat itu saya benar-benar berjuang sendiri mengurus berkas-berkas. Dan Alhamdulillah sampai sekarang kuliah lancar. Terimakasih Bidikmisi…walaupun saya kuliah di kampus swasta dan kecil tapi itu tidak menjadikan saya kecil hati. Jadilah besar di kampus yang kecil daripada jadi kecil di kampus yang besar.
Jangan lupa berdoa dan berusaha, sesungguhnya Allah Maha Tahu dan Maha Melihat. Tetap semangat kuliah dan gapai cita-citamu. Sertakan Allah dalam setiap langkahmu. ‘Knowledge is a power. Never give up to gets Allah’s blessings.”
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatih.
Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment