Sunday, May 10, 2020

Faktor Ekonomi Tak Jadi Penghalang untuk Menjemput Impian

0

Faktor Ekonomi  Tak Jadi Penghalang  untuk  Menjemput Impian
Assalamualaikum Wr. Wb,
Perkenalkan saya Sharon Siridhata, biasa disapa dengan Sharon atau Ririn. Saya alumni penerima Beasiswa Bidikimisi angkatan 2014. Saya merupakan alumni mahasiswi di Universitas Bunda Mulia dengan mengambil jurusan ilmu Komunikasi.  Disini, saya ingin berbagi cerita tentang perjuangan saya untuk  mewujudkan salah satu impian saya, yaitu bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Saya terlahir di keluarga yang sederhana, Kedua orang tua saya berprofesi sebagai wiraswasta. Mereka membuka usaha kecil – kecilan, mulai dari berjualan Mie Ayam, Bakso, Ketoprak di sekolahan hingga berjualan Pecel Ayam di pinggir jalan. Ketika saya SMP hingga pertengahan Kuliah, Orang tua saya berjualan Pecel ayam dengan pendapatan yang cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Sewaktu SMK saya pun turut membantu dengan menjajakan bekal makanan seperti nasi goreng dan mie goreng ke teman – teman saya, alhamdullilah banyak teman yang membeli. Di tahun terakhir saya SMK, saya mengikuti program Kartu Jakarta Pintar untuk meringankan beban biaya sekolah.  Karena di tahun – tahun terakhir sekolah memang cukup banyak biaya yang dikeluarkan untuk bisa mengikuti ujian – ujian akademik di sekolah.
Setelah lulus SMK, saya berniat untuk melanjutkan pendidikan S1 dengan mengambil jurusan broadcasting karena ingin meneruskan pengetahuan saya dibidang multimedia. Sebelumnya saya bersekolah mengambil jurusan multimedia di SMK Dharma Paramitha Jakarta.  Kemudian, Saya mulai mencari universitas yang memiliki jurusan / yang mempelajari ilmu broadcasting.  Terdapat 5 Universitas yang menjadi daftar pilihan saya. MMTC Jogjakarta dan UMN menjadi universitas favorit saya, namun karena keterbatasan ekonomi,  orang tua tidak mengizinkan saya untuk berkuliah di sana. Melanjutkan pendidikan ke Universitas pun juga menjadi pertimbangan kedua orangtua saya, karena biaya per semester yang dirasa tidak sanggup bagi mereka untuk dipenuhi. Disaat seperti itu, saya merasa putus asa untuk berkuliah. Namun, ada hal yang menginspirasi saya dikala itu. Saya melihat beberapa tokoh artis yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 bahkan S2 dengan mendapatkan beasiswa seperti Tasya Kamila, Maudy Ayunda dan Cinta Laura, serta ada kisah anak Indonesia yang berhasil lulus dengan predikat Cumlaude dan berkuliah dengan mendapatkan beasiswa meskipun kedua orangtuanya seorang petani . Kisah tersebut yang memotivasi saya untuk tidak berputus asa.
Akhirnya, saya mulai mengikuti program beasiswa yang diadakan dari pihak kampus. Saya mendaftarkan diri dan mengikuti tes tertulis dan wawancara di 2 Kampus. Hasilnya saya mendapatkan beasiswa 100% dari Kalbis Institute artinya bebas biaya uang gedung hanya biaya per semester saja yang harus dibayarkan dan beasiswa 30% dari Universitas Bunda Mulia (UBM) artinya mendapatkan potongan 30% dari biaya per semester. Sayangnya, beasiswa tersebut tidak diambil karena orang tua saya tidak bisa menyanggupi untuk biaya per semesternya. Setelah beberapa minggu dari hasil tes tersebut, saya ditawarkan oleh UBM untuk mengikuti Program Beasiswa Bidikmisi dimana beasiswa ini akan membiayai perkuliahan dari semester 1 – lulus selama 4 tahun. Kemudian, langsung saya lengkapi dokumen-dokumen untuk bisa mengikuti program beasiswa Bidikmisi ini.
 Setelah  proses registrasi telah selesai, saya hanya tinggal menunggu hasilnya apakah saya bisa mendapatkan program beasiswa tersebut atau tidak. Selama menunggu hasil, saya selalu ibadah dan berdoa terus menerus supaya saya bisa mendapatkan beasiswa ini. Alhamdulillah, saya dapat kabar kalau saya menerima Beasiswa tersebut dengan catatan IPS saya harus 3.50. Pikir saya waktu itu, berat juga dengan catatan IPS harus 3.50, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba insyaallah diberi kemudahan. Akhirnya saya bisa berkuliah dengan lancar dan lulus tepat waktu di tahun 2018 dan di wisuda Januari 2019. Meskipun ada tantangannya  saat berkuliah, yakni IPS harus 3.50 namun saya bisa melewati itu semua dengan cara sering mengulang sendiri materi perkuliahan dan membahas materi perkuliahan bersama teman – teman.  
Saat ini saya sudah bekerja di salah satu perusahaan Swasta sebagai Assistant Project Coordinator, selanjutnya saya tetap ingin mengejar mimpi saya untuk bisa bekerja di bidang broadcasting. Terima Kasih kepada pihak penyelenggara Program Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa ini sangat membantu mimpi mimpi anak Indonesia yang ingin mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Sukses terus untuk Bidikmisi. 

Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment