Monday, May 11, 2020

Bidikmisi dan Harapan untuk Terus Berprestasi

1
Bidikmisi dan Harapan untuk Terus Berprestasi

Salam teman-teman,
Perkenalkan aku Nuril Qomariyah, teman-temanku sewaktu masih MAN, di MAN Bondowoso dulu biasa memanggilku Cocom. Tapi kebanyakan memanggilku Nuril sih.
Sekarang aku sedang berada di penghujung semester 6, kuliah Fisika di UIN Maulana Malik Ibrahim, kampus yang memang aku dambakan sejak   di MAN dulu.
Ada kisah panjang, hingga akhirnya aku bisa kuliah di PTKIN ini, ada banyak tangan-tangan baik yang Tuhan kirim untuk membantuku melalui berbagai proses panjang hingga akhirnya aku lulus SNMPTN dan bidikmisi tiga tahun yang lalu.
Dipenghujung kelas XII aku sudah memantapkan diri untuk lanjut kuliah dengan jurusan yang aku senangi, yakni jurusanku saat ini. Namun, ada polemik waktu itu yang membuat satu angkatanku ketar-ketir tidak dapat mengikuti SNMPTN, karenaada beberapa kendala teknis. Namun, berkat perjuangan Pak Ibrahim selaku kepala madrasah dan Pak Ikrom yang setia mendampingi dan membimbing angkatan kami untuk terus lanjut kuliah, akhirnya permasalahan tadi dapat teratasi.
Awalnya jika masih tetap tidak bisa mendaftar perkuliahan, aku memilih untuk mondok di salah satu pondok di kotaku Bondowoso. Karena mengingat kurangnya ekonomi keluargaku saat ini. Abahku  hanya seorang petani dengan dua petak sawah. Dan Umikku waktu itu hanya pedangan warung kecil yang menyediakan bahan makanan pokok. Setelah satu tahun umik berhenti berdagang, satu tahun terakhir umik ikut temannya berjualan nasi di kota, namun tak lama berhenti,dan sekarang umik di rumah saja, menjadi ibu rumah tangga. Alhamdulillah, tapi Tuhan masih meridhoiku untuk merantau dan menuntut ilmu di Kota Malang. Langsung sejak diumumkan pembukaan pendaftaran SNMPTN aku mengumpulkan semua berkas dan melakukan pendaftaran online. Berbeda di PTN yang pendaftaran bidikmisinya secara online, di UIN Malang berkas-berkas persyaratan dikirim via Pos. Sehingga aku benar-benar meneliti secara detail kelengkapan data yang aku setorkan. Tentunya dengan arahan dan bimbingan dari Pak Ikrom yang dengan sabar membantuku dan teman-teman yang lain agar bisa melanjutkan kuliah.
Beberapa bulan kemudian, pengumuman SNMPTN keluar, dari angkatanku ada sekitar 5-6 anak yang lolos, salah satunya termasuk aku. Syukurku tiada henti aku panjatkan kepada Tuhan. Namun, ada hal yang mengganjal bagi kedua orang tuaku. Karena pengumuman bidikmisi yang masih dua hari lagi, orang tuaku takut jika kemudian aku tidak memperoleh bidikmisi akan membayar uang perkuliahan dengan apa. Dua hari berlalu, hari sabtu pagi aku menyempatkan ke madrasah. Sesampainya di Madrasah, Pak Ikrom mengabari bahwa aku juga lolos bidikmis di UIN Malang. Lega rasanya, akhirnya aku bisa lanjut kuliah tanpa harus memberikan beban lebih kepada kedua orang tuaku.
Selama di perkuliahan menjadi mahasiswa bidimisi merupakan tantangan tersendiri bagiku. Aku pribadi memberikan target pada diriku, aku harus aktif baik di akademik, oragnisasi, dan lingkunganku. Karena akan sia-sia sepertinya jika aku pergi merantau jauh-jauh ke Malang, ketika pulang aku sama saja dengan yang lain yang tidak berkuliah.

Selama kuliah, sebagai mahasiswa bidikmisi di UIN Malang dituntut agar IPnya di atas 3.0 untuk jurusan sains dan 3.25 untuk jurusan sosial. Otomatis aku juga harus menjaga kestabilan nilaiku selama tiap semester. Bukan hal yang mudah memperoleh nilai di atas tiga pada jurusan sains, apalagi murni. Benar-benar kita dituntut agar serius dalam belajar, dan menuntaskan segala tugas dengan baik agar dapat memperoleh nilai yang maksimal.
Selain di ranah akademik. Aku juga tidak ingin softskillku tumpul hanya karena aku menjadi mahasiswa kupu-kupu. Aku aktif di organisasi intra dan ekstra kampus. Karena ada banyak hal didunia kuliah yang tidak kita dapatkan di Bangku perkuliahan akan tetapi kita dapat temukanitu di organisasi dan komunitas.
Tahun ini adalah tahun terkahir masa jabatanku sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fisika "Astrolab" setelah sebelumnya aku menjabat selama satu periode. Menjadi mahasiswa bidikmisi di jurusan, membuatku ingin berkontribusi lebih bagi teman-teman dan juga jurusanku.
Selain itu, aku juga ingin memperlihatkan kalau sebenarnya mahasiswa bidikmisi bukan hanya mereka dari golongan tidak mampu saja, akan tetapi benar-benar mereka yang memiliki skill dan prestasi.
Ditahun 2018 aku mengikuti pemilihan Mahasiswa Berprestasi di UIN, ajang ini pertama kali diadakan. Dan alhamdulillah berkat doa dan dukungan banyak pihak, aku berhasil memperoleh gelar Mahasiswa Berprestasi Kategori Intelektual Pertama. Suatu kebanggan bisa menjadi bagian dari mahasiswa yang menyuarakan bagaimana agar tetap aktif namun prestatif.
Selain di kampus, aku juga memperluas jaringan dengan bergabung di komunitas-komunitas di Malang. Aku mencari komunitas yang satu resonansi dengan ku, yakni dibidang tulis-menulis dan kajian gender serta perempuan. Saat ini aku menjadi bagian dari Gubuk Tulis sebagai Pimpinan Redaksi di gubuktulis.com dan juga Maret lalu, aku di amanahi untuk menjadi koordinator dari Komunitas Perempuan Bergerak. Dari teman-teman di komunitas aku banyak belajar proses pendewasaan diri, hingga aku hari ini.
Ada harap bahagia menjadi bagian mahasiswa bidikmisi. Selanjutnya aku bermimpi ingin melanjutkan kuliah di Jerman, cuman mimpi iseng sih. Dan bahagianya aku ketika ada jalur firmasi di LPDP untuk mahasiwa alumni bidikmisi. Setidaknya ada haraoan bagiku untuk melanjutkan kuliah S2 dengan tidak membebani kedua orabg tua. Seperti saat S1 ini aku jarang sekali meminta kiriman dan transfer uang kalau tidak terlalu urgent karena selama kuliah, aku nyambi ngajar les privat dan juga menjadi penulis amatirandi beberapa web. Yang dari sana aku dapat menambah uang jajan dan juga ngopi.
Menjadi mahasiswa kurang mampu tidak lantas membuat mimpimu harus menjadi batu. Menjadi bagian mahasiswa bidikmisi tidak lantas kamu berhenti berprestasi. Karena aku, kamu, dan kita semua sama. Sama-sama diberikan waktu serta bagiannya sendiri-sendiri oleh Tuhan agar terus berjuang sesuai dengan versi kita masing masing.
Karena setiap bunga tumbuh namuntak mekar bersama, dan rumput yang paling kuat tumbuh di atas tanah yang paling keras.
Ini sekelumit kisahku bersama bidikmisi. Sedikit semoga bermanfaat dan menginspirasi.



Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

1 comment:

  1. Bersyukur bisa kenal mbak nuril dan belajar banyak. Banyak mbantu aku juga meskipun akhirnya aku yang tidak bisa mempertahankan itu karena mungkin bukan rezeki dan sudah takdirnyaa

    ReplyDelete