Sunday, May 17, 2020

Anak Buruh Mengejar Mimpi Sekolah Tinggi di PTN

0

Anak Buruh Mengejar Mimpi Sekolah Tinggi di PTN
(Bidikimisi hadir mewujudkan mimpiku)
Ujang Kusnadi Adam
Mahasiwa Bidikmisi Pendidikan Sosiologi UPI
Hai kawan.. namaku Ujang Kusnadi Adam, teman-temanku biasa panggil ujang atau yujeng lebih populernya. Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UPI angkatan 2017. Aku lahir di Bandung kelahiran 1998, bukan di tengah kota melainkan pinggiran kota Bandung tepatnya di perkampungan yaitu Kampung Cipicung Girang Keluruhan Ciumbuleuit Kecamatan Cidadap Kota Bandung, tak banyak orang mengetahuinya.. yaa.. karena kampung ini kebilang tersembunyi dan masih awam tentang pendidikan. Di sini aku akan menceritakan kisah ku bermimpi sekolah tingi di PTN dan  menjadi sarjana, yaa.. pemikiran awal sangat mustahil bagi anak sepertiku anak dari seorang buruh bisa berpendidikan tinggi.
Aku lahir dari keluarga yang sangat sederhana yakni dari ibuku yang bernama Rohaeti beliau lulusan SMP PGRI 2 Kota Bandung, dan beliau sekarang hanya bisa mengurus rumah tangga, dan bapak ku bernama Dedi Rudi, beliau lulusan SD dari SD Pagermaneuh Kabupaten Bandung Barat sama seperti ibu ku dan bahkan akupun lulusan sana.
Awal kisahku akan di ukir ketika duduk di bangku sekolah menengah pertama, aku sekolah di SMP Negeri 52 Bandung dengan masuk melalui jalur akademik alias nilai UN, Alhamdulillah saya bisa masuk pada sekolah favorit di masanya, sekolah ini terbilang cukup bergengsi di kalangan masyarakat sekitar, bagaimana tidak di daerahku cuma ada 1 sekolah negeri yang terdekat yaitu SMP Negeri 52 Bandung yang berada di Ciumbuleuit dan akhirnya aku masuk di SMP Negeri 52 Bandung, ya.. di sini lah aku mendapatkan pelajaran berharga sampai mengubah cara pandangku mengenai masa depan. Aku bertemu banyak teman yang menurutku baik dan bahkan bisa dijadikan rival akademik, yaa.. itu aku lakuakan untuk bisa bersaing dengan mereka, samapi sekarang masih teringat dengan kecerdasan mereka. Kelas 7, saya berada di kelas 7.2 di mana menurutku kelas yang paling santuy dan juga kebilang sedang-sedang saja dalam hal kenakalan dengan wali kelas yang sangat menginspirasi sekali yaitu ibu Eva iya ibu eva tau ga, beliau istri dari kang Ari, ya kang Yujeng yang di nettv sama kang sule.  Aku mempunyai rival akademik dengan teman yaitu, ari yusup, novia silviani, aprilia, heppy,musa, mereka orang-orang hebat, dan bahkan aku menjadi kebawa pintanya jika terus bersama mereka, sampai akhirnya aku hanya bisa menduduki peringkat 4, sempat naik ke 3 prestasi yang mengejutkan juga bagiku karena selama di SD aku tak mendapatkan peringkat, hhehe... Di kelas 8, yaitu dikelas 8.10, bagiku ini kelas paling serius, dengan dinamika di dalamnya di bilang kelas yang paling bandel dan kelas yang paling aktif pula, di mana aku mempunyai rival juga yaitu teman semasa TK yaitu Khoirunnisa, dan juga teman yg lainnya, Asep, Suci, Regita, Novia silviani lagi yang sebelumnya di 7.2, dengan wali kelas yang sangat baik yaitu Bu titik, dan juga menginspirasi juga cara beliau mengajar sangat membekas, dikelas ini aku mendapatkan rangking 1 guys.. Alhamdulillah.. tapi selapas itu peringkat turun karena khoirunnisa naik lagi, ya dia orangnya ambisius dan pada akhirnya aku mendapatkan rangking 2. Di kelas 9 aku tak banyak menceritakan karena situasinya hampir sama ketika kelas 7, karena teman-temannya sama seperti dulu yang membedakan ialah guru pengajarnya, dan yang paling menginspirasi ialah wali kelas yang sangat luar biasa yaitu bu iis hanifah, serta guru yang lainnya ada bu eka, pak hary, bu mimin, pak suhendar yang membua saya termotivasi dan membayangkan bisa menjadi seorang guru, yang dapat mengajarkan nilai kehidupan dan bahkan menurutku pekerjaan yang sangat mulia mempunyai amal jariah yaitu melalui ilmu yang bermanfaat.
Jenjang SMP pun aku selasai dan aku ingin melanjukan ke jenjang lebih lagi, tapi di sinilah awal perbedaan pendapat dengan orang tua muncul, yaitu orang tua ku ingin aku masuk ke SMK agar aku bisa cepat kerja, tapi hati ku berkata ingin menjadi seorang guru yang mana aku pun belum terbanyak ingin menjadi guru apa nantinya, aku pun mencari referensi mencari info sekolah yang terdekat di warnet tentunya, karena aku belum mempunyai HP canggih, aku cari dengan temanku yaitu Yantika, dia sodaraku di waktu kecil sampai SD, SMP satu sekolah hanya di SMP kita berbeda kelas, dia juga mempunyai pemikiran yang sama, akhirnya kita pun menemukan sekolah yang terdekat yaitu di SMA Negeri 19 Bandung, yaaa.. daerah dago pojok, dan akhirnya aku nekat untuk daftar ke sana, bahkan ketika pendaftaran pun aku daftar mandiri dengan sodaraku, di bilang nekat iya.. karena nilai UN ku pas-pas an.. hhehe dan ajaibnya aku masuk kesekolah tersebut. Berjalannya selah setetlah beberapa bulan keadaan ekonomiku anjlok akupun mengajukan SKTM demi aku bisa sekolah lagi, Alhamdulillah aku pun di bantu oleh sekolah, banyak sekali pembelanjaran yang aku dapatkan disini, bahkan perkembangkanku baik skill maupun akademik melonjak naik di masa SMA, aku sekelas dengan sodaraku, dia cerdas dan pintar, di sekolah SD dulu ia selalu masuk rangking. Dan di SMA kembali di satu kelaskan, dia juga ambisius kalau soal akademik.. hhehe, tp ketika kelas 10 tepatnya 10 IPS 3 dengan wali kelas yang luar biasa yaitu bu neneg tintin, beliau guru senior dan guru yang sangat berjasa bagiku, karena berkat dukungan dan ucapanya bisa megubah jalanku, disini aku di terpa banyak pembelajaran yaitu aku bisa mengasah dan berkembang sampai aku dapat peringkat 1, hingga aku belajar di organisasi remaja masjid, yaitu IKREMA. Yang paling di ingat ialah ketika guru  guru di sana sangat menginspirasi kembali bagiku yaitu bu neneng, bu tu tintin, bu euis, dan lainnya yang tidak bisa di sebutkan semuanya.. heheh.. Kelas 11 hampir sama keadaan nya.. yaa,, bagaimana tidak kelasnya tdk diubah lagi.. dan yang paling di ingat sangat mendapatkan penghargaan dari sekolah dengan peringkat ke 3 di jurusan IPS, yaa tentunya sodaraku yantika menjadi yang pertama nya.. Kelas 12 pun berjalan, di sini pun tak banyak berubah tapi yang mengubahku yaitu guru BK yaitu pak Fajar, beliau lah yang memberiku inspirasi serta dukungannya dalam cara melanjutkan kembali ke jenjang perkuliahan, awalya hampir putus asa ketika ada niat untuk kuliah tapi tidak di izinkan oleh orang tuaku, ya..ibuku tak mengizinkan ku kuliah apalagi pada saat itu ekonomi keluarga ku sangat terpuruk samapi di kelas 12 semester 2 aku memutuskan untuk mencari kerja sampingan, yaitu ngojek dan kerja di JNE Dago.. yaa.. aku kerja Buruh, bantu-bantu di JNE membantu packing disana, aku di bantu temenku karena temanku ini ayahnya yang mempunyai JNE dago namanya Anita Nur Wajid, temen satu ektarakulikuler, oh iya, aku ikut ekstrakulikuler yaiktu IKREMA dan PMR, sempat jadi komandan selama satu periode di PMR. Lanjut lagi aku kerja dari sore sampai malam, dengan upah yang pas-pasan membantu meringankan beban keluarga terutama tentang bekal sekolahku. Dengan kondisi kerja akupun harus belajar. Tak pupus harapan akupun sering bulak balik ke BK berkonsultasi mengenai kuliah beliau juga mendukung dan di perkenalkanya beasiswa yang bernama BIDIKMISI, beasiswa bagi orang yang kurang mampu, tapi memeliki potensi akademik yang mumpuni, dan harapn itu muncul kembali ketiak mendengar hal tersebut, akhirnya aku mantapkan hati di bidang sosial yaitu Sosiologi, mata pelajaran yang sangat aku gemari, apalagi dengan guru yang menginsprirasi aku juga, tadinya aku ingin masuk ke Sosiologi UNPAD, tp ketika di pertimbangkan akhirnya aku sholawatkan di Pendidikan Soiologi UPI kampus terbesar di kota Bandung dan fovorit juga dan juga salah satu cita-cita bisa kuliah di sana, karena aku purnah satu kali melewati UPI dan aku berdo’a bisa kuliah di sana dan di dalam benakku pada saat itu atau masa itu ialah UPI, Sosiologi, Bidikmisi, aku terus memikirkan itu sampai di bukanya pendaftaran Bidikmisi dan SNMPTN.
Waktu terus berjalan aku kerja sambil belajar, eh belajar sambil kerja, dan akupun masuk seleksi 50% SNMPTN, dimana bisa mendaftar SMPTN 2017, dengan tdk mempunayi alat elektronik akupun mendaftar di rumah teman yaitu kakak kelas ku ketua IKREMA yaitu kang Helmi, daftar dengan hati-hati dan jauh di rumah orang lain, samapi aku selesai daftar pada tengah malam. Hari-hari terus berlalu masa sekolah selesai di waktu senggang sekolah aku kerja full time beberapa bulan sampai pengumuman kuliah muncul. Setiap Pagi, Siang dan malam tak henti berharap dan berdo’a agar bisa lolos, kenapa karena harapan satu-satunya di SNMPTN dan BIDIKMISI karena di SBMPTN aku ragu bisa bersaing karena saingannya berat, dan begitu beratnya agi di Pendidikan Soiologi UPI belum ada alumni yang masuk dan menjadi tantangan dan resiko mengambil yang belum ada alumninya karena jejak alumni pun menjadi penilaian juga dalam hasil SNMPTN.  Dan akhirnya pada bulan april 2017 aku di nyatakan LULUS SNMPTN di Pendidikan Sosiologi UPI, awal melihat pengumannya pun, aku numpang di sodaraku, yantika, dia yang membantu cek hasilku dan akhirnya aku lolos. Harapan itu mulai berkembang kembali setlah aku di terima di UPI dan aku berjanji akan bersungguh-sungguh demi mencapai harapan dan tujuanku menjadi sarjana dan bahkan menjadi guru dan akupun kembali seleksi BIDIKMISI, dan alhamdlillah setelah verifikasi dan pendataan yang pajang akupun dinyatakan sebagai mahasiswa bidikmisi UPI.
 Ya.. 3 tahun yang lalu aku di terima di Univeritas Pendidikan Indonesia slah satu kampus terbesar di Bandung dan menjadi slah satu fovorit juga serta menghasilkan calon guru yang berkualitas, di UPI aku di terpa dengan banyak pengalaman akademik dan non akademik. Akademik aku di terpa oleh segudang pengalaman kuliah, ilmu yang sangat berguna dan penyampaian dosen yang beragamm serta aku mendapatkan pengalaman mnegikuti lomba yaitu Pekan Kreatifitas Mahasiwa PKM di danai dikti pada tahun 2019, akupun ikut lomba essai di Makassar UIN Alauddin Makasar, bisa merasakan indonesia bagian tengah dan jalan-jalan tentunya. Non akademik aku di terpa oleh segudang pengalam di organisasi Hmpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi selama 2 periode, Jurnalis Pendidikan Osiologi selama 2 periode, dan di Lingkar Bidikmisi UPI selamat 2 periode dan sedang berjlan ke 3 periode. Mendapatkan pengalaman yang sangat luar bisa bertemu dengan teman dan saingan yang sangat cerdas, pintar. Dan pada saat ini sedang malaksanakan semester 6 dan hanya beberapa langkah lagi akkhir studi di kuliah, dan saya berharap dan berdo’a agar bisa menyelesaikan studi dengan baik dan cepat agar bisa cepat mengimplementasikan pengaman pada gerasi penerus, dan tentu saya berusaha menyelesaikan tugas akhir nya untuk menjadi sarjana, tentunya sarjana pendidikan yang mungkin pertama di kampung halamanku, karen pandangan pendidikan di lingkunagn ku masih minim dan menjdi penghargaan sendiri bisa menjadi sarjana.. amiin ya Alloh ya robai’alamin.. do’akan taun ini, targetku bisa lulus 3.5 tahun..  aamiin..

Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment