Wednesday, May 6, 2020

Aku Ingin Menjadi Seorang Jurnalis Muslim, dan Ingin Mengubah Dunia dengan Kata-kata

0

Assalamu alaikum wr.wb perkenalkan namaku Nur Azizah, umur 20 tahun berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan. Sekarang saya berstatus sebagai Mahasiswi di UIN Alauddin Makassar semester 2 jurusan Jurnalistik fakultas Dakwah dan Komunikasi. Dan Alhamdulillah sebagai penerima beasiswa Bidikmisi di kampus tersebut. Dan inilah kisahku…
            Aku barasal dari keluarga kurang mampu, ayahku seorang buruh pasar sedangkan ibuku seorang Ibu rumah tangga, aku anak pertama dari empat bersaudara. Ayahku tamatan SMP ibuku tamatan SD, tetapi sampai sekarang ijazah ibuku belum dia ambil dikarenakan tidak adanya biaya untuk mengambilnya. Aku bermimpi setinggi langit, ingin menjadi seorang Jurnalis muslim yang menyampaiakan kebenaran, ingin mengubah dunia dengan kata-kata, ingin berguna untuk Agama, Negara, dan Keluarga.
           
Tahun 2018, aku tamat disalah-satu SMA dikota Maros, Sulawesi Selatan. Setelah kelolosanku di SMA saya memberitahu kedua orangtua soal keinginanku ingin lanjut di perguruaan tinggi, saat saya beritahu ibuku terdiam lalu aku menambahkan “ada beasiswa bu, saya mau coba mendaftar pake beasiswa, mudah-mudahan saya lolos” akhirnya mengatakan iya. Tetapi berbeda dengan nenekku dia tidak menyetujui aku lanjut perguruan tinggi, dia mau tamat SMA aku langsung kerja karena  presepsinya orang yang kuliah butuh uang yang banyak mengingat aku berasal dari keluarga kurang mampu sampai-sampai aku pernah menangis karena  kata-katanya yang sangat nyesek. jadi aku berkata “ ibuku saja ndak larang saya kuliah, nah dia yang membiayai saya. Insha allah kalau ada keinginan disitu ada jalan.” Dan bukan hanya nenekku salah-satu dari keluarga juga meremehkan ku saat itu, semuanya karena kau berasal dari keluarga kurang mampu. Aku lalu mencoba mendaftar SNMPTN lewat jalur beasiswa Bidikmisi, tetapi aku tidak lolos. Selanjutnya, aku mendaftar SBMPTN lewat jalur beasiswa Bidikmisi, dan akhirnya aku tetap tidak lolos. Aku ikutan teman daftar di POLTEKKES Makassar mengambil jurusan D3 keperawatan, dan Alhamdulillah aku lolos. Tetapi karena biaya yang cukup besar orang tuaku tidak sanggup untuk membiayai ku. Akhirnya aku pasrah, dan memilih gap year.
            Selama gap year aku bekerja menjadi seorang pegawai toko dengan penghasilan 25K perhari, aku bekerja ditempat tersebut kurang lebih 3 bulan, lalu pindah bekerja di pasar dengan menjual pakaian sekolah dengan gaji 30K perhari, Alhamdulillah aku mensyukurinya. Sambil bekerja saya juga tak lupa belajar untuk persiapan SBMPTN. Karena untuk masuk perguruan tinggi negeri tidaklah mudah dan banyak saingan.
            Singkat cerita, Alhamdulillah aku lolos jalur SBMPTN tahun 2020 di Univeritas Islam Negeri Alauddin Makassar di Jurusan Jurnalistik, jurusan yang selama ini aku impikan. Setelah lulus aku langsung mencari info beasiswa Bidikmisi di kampus tersebut, berkas-berkas aku siapkan dan  taklama aku mendapat info bahwa saya lolos berkas dan tahap selanjutnya adalah tahap wawancara. Senangnya aku waktu itu, aku langsung menghubungi ibuku dan meminta doa untuk tahap selanjutnya untuk di permudahkan. Dan tak lupa saya meminta saran kepada senior yang sebelumnya mendapat Bidikmisi. Katanya “katakana yang sebenarnya jangan malu akan kehidupan keluarga mu “.
            Dan alhamdulillah akhirnya, aku lolos sebagai penerima Beasiswa di UIN Alauddin Makassar. Itulah cerita saya sebagai penerima beasiswa Bidikmisi. Dengan beasiswa ini saya berjanji belajar dengan sungguh-sungguh untuk dapat berguna bagi bangsa dan Negara. Saya tidak mau menyianyiakan pemberiaan dari pemerintah ini. Sebagai penerus bangsa, saya berharap pendidikanku tidak sampai pada S1 saja, tetapi saya bercita-cita ingin lanjut S2 nantinya di Luar Negeri dengan beasiswa juga. Prinsipku adalah di mana ada kemauan disitu ada jalan.
Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment