Thursday, December 13, 2018

“Saya harus dapat beasiswa itu!” Tekad Bulat Novia Anggraini

0
<marquee>“Saya harus dapat beasiswa itu!”
Tekad Bulat Novia Anggraini</marquee>
Tidak ada yang bisa saya salahkan ketika pada waktu itu di pertengahan kelas 3 SMA bapak saya berkata, “Maafkan bapak ya nanti, seumpama bapak tidak bisa kuliahkan kamu. Tapi bapak akan berusaha dan bekerja keras supaya kamu bisa kuliah. Hanya saja, kalau ternyata nanti bapak dan ibumu tidak mampu membiayai kuliahmu, ikhlaskan ya.” Saya tak hendak menyalahkan orang tua saya yang telah belasan tahun menghidupi dan memenuhi semua kebutuhan saya. Pun saya tak hendak menyalahkan takdir atau mempertanyakan kepada Tuhan kenapa saya tak lahir dari keluarga berada. Tidak. Saya cukup bahagia dengan apa yang saya punya pada waktu itu, sehingga –seperti yang bapak saya minta, saya menerima lapang dada seandainya memang saya tidak bisa berkuliah seperti teman-teman saya yang lainnya. Kemudian, Tuhan membalas keikhlasan saya dengan cara-Nya. Sosialisasi beasiswa bidikmisi yang dilakukan oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMA seketika menumpuhkan pijar-pijar cahaya yang menghidupkan mimpi dan harapan yang selama ini tak berani saya bangun. “Saya harus dapat beasiswa itu!” tekad saya waktu itu. Melalui serangkaian proses pengajuan beasiswa yang dibantu oleh pihak sekolah, akhirnya saya lolos seleksi dan memenuhi persyaratan sebagai penerima beasiswa bidik misi.
Menempuh pendidikan menggunakan sumber dana milik negara, membuat saya sadar bahwa harus ada yang saya tebus. Fasilitas dan kemewahan yang saya miliki tidak boleh membuat saya menikmati empat tahun kuliah dengan hanya bersantai. Oleh karena itu, saya mulai aktif berorganisasi, seperti mengikuti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sastra Indonesia, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Penulis, dan menjadi kontributor lepas untuk beberapa media massa seperti Harian Surya, Radar Malang, dan Malang Post. Saya bersuara, menuntut perubahan, mengkritisi apa yang terjadi di Kota Malang melalui media massa. Kebetulan Harian Surya adalah surat kabar yang memberi saya peluang untuk menuliskan keluh kesah saya. Yang kemudian membuat saya bersyukur adalah akan ada tindak lanjut dari pemerintah atau dinas terkait dengan hal-hal yang saya tulis. Misalnya, saya mengeluhkan tentang pengadaan lampu penerangan di taman kota yang masih minim sehingga di malam hari rentan digunakan pasangan muda-mudi sebagai lokasi pacaran. Beberapa saat kemudian, saya melihat bahwa di taman tersebut telah terpasang beberapa lampu penerangan sehingga tindakan tidak layak yang dilakukan pasangan muda-mudi bisa diminimalisasi. Begitulah. Saya berusaha membuat perubahan kecil untuk hal-hal yang ada di sekitar saya melalui media massa. Di sisi lain, meski saya bukan pemuja angka yang tertera di kartu hasil studi, namun saya tetap berkomitmen untuk lulus dengan predikat cumlaude. Alhamdulillah, saya bisa mencapai cita-cita saya tersebut.
Sekali lagi, Tuhan memudahkan langkah saya bahkan sejak sebelum saya diwisuda. Saya mendapatkan tempat di SMP Negeri 6 Malang untuk mengajar Bahasa Indonesia. Setelah melalui sidang skripsi dan sambil menunggu wisuda, saya mengajar di salah satu SMP negeri terfavorit di Kota Malang tersebut. Satu semester awal pertama mengajar, saya berfokus kepada pembelajaran di dalam kelas. Setelah itu, barulah saya turut mengembangkan aktivitas lain di sekolah pada semester berikutnya, seperti menjadi panitia kegiatan di sekolah, mendampingi siswa yang hendak berangkat lomba, dan membantu penyelenggaraan kegiatan esktrakurikuler. Di tahun kedua saya mengajar, saya dipercaya menjadi staff kesiswaan yang membawahi bidang keorganisasian. OSIS dan Pramuka menjadi tanggung jawab utama saya. Saya begitu menikmati peran saya tersebut karena melalui OSIS dan Pramuka, saya bisa mempraktekkan ilmu kerorganisasian yang saya dapat selama di bangku perkuliahan.
Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan lanjutan ke jenjang S2 di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Saya mendaftar beasiswa dari Lembanga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun 2017 dan dinyatakan lolos seleksi. Setelah mengikuti berbagai program persiapan kuliah, saya mendaftar di Pascasarjana Universitas Negeri Malang pada tahun 2018. Saya mendaftar LPDP melalui jalur afirmasi untuk penerima bidik misi. Seperti saat saya menempuh S1 dulu, sekarang pun S2 saya juga dibiayai oleh negara. Artinya, saya tetap tidak boleh bersantai. Saya harus melakukan yang terbaik, meningkatkan kualitas diri saya pribadi agar nantinya saya bisa memberikan sumbangsih bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Mimpi itu terus menyala di hati saya. Sebuah mimpi agar apapun profesi saya nanti, saya ingin membalas jasa Indonesia yang telah mewujudkan rasa haus saya akan ilmu dengan cara mengabdi, memberikan jiwa dan raga saya sepenuhnya untuk mencintai republik ini.

Identitas Penulis
Nama : Novia Anggraini
NIM : 110211413016 (NIM S1)
Universitas : Universitas Negeri Malang
CP : 089674410692
Domisili : Malang, Jawa Timur
Pekerjaan : Mahasiswa pascasarjana
Wisuda S1

Foto Bersama OSIS SMP Negeri 6 Malang 2017
Persiapan Keberangkatan LPDP Angkatan 111
Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment