Friday, December 7, 2018

Saat Umur 15 Tahun Aku Pertama Kali Melihat Ayahku

0
Kisah inspiratif ku
Saat Umur 15 Tahun Aku  Pertama Kali Melihat Ayahku
Perjalanan Menjadi Mahasiswa Penerima Bidikmisi
Berawal dari cerita yang tersembunyi dan kini mulai terkuak setelah aku hadir ditengah sosok yang merupakan motivasi hidupku dalam menjalani hidup untuk menggapai kesuksesan dunia akhirat. Dia adalah sosok malaikat yang diutus oleh Tuhan diatas muka bumi ini yang selalu ada disetiap langkah dan hembusan nafas kehidupanku, dia yang selalu bahagia dikala kubahagia dan menghapus air mata ini dikala sedih melanda relung jiwaku, dialah sosok yang kupanggil sebagai ibu. Hari-hari tumbuhku bersama dengan keempat saudara yang dibesarkan oleh seorang wanita kuat dan berhati mulia dengan kasih yang begitu tulus.
Namun kejanggalan demi kejanggalan kurasakan dikala mulai tumbuh dewasa, di mana ketika ku merasa iri dengan perhatian dan kasih sayang dari satu sosok yang tidak pernah kulihat dan dia dipanggil Ayah, muncul pertanyaan yang mendalam yang kusampaikan kepada Ibuku, aku bertanya “dimanakah sosok yang dipaggil Ayah itu yang mendampingi Ibu, mengapa ia tidak ada diantara kita dan membesarkan kami seperti keluarga lainnya ?” dari setiap pertanyaan yang berulang ku ajukan hanya satu jawaban yang selalu kudengar yaitu “Ayahmu Pergi Kerja, Jauh!” dan tentu rasa penantian untuk bertemu dengan sosok Ayah adalah impian terbesarku. Namun, ketika ku beranjak dewasa di umur 15 tahun, nenek yang menjadi salah satu tempat kusampaikan segala keluh kesah yang kujalani di hari-hari panjang dan penuh rintangan. Tiba masanya aku bertanya kepada nenek “Kemanakah Ayahku sebenarnya dan di mana ia sekarang?”, jawaban tak pernah terduga olehku terhadap apa yang disampaikan oleh nenekku bahwa sesungguhnya sosok yang selalu ku cari dan kutanyakan keberadaannya kini telah memiliiki keluarga kecil diluar sana, ini bermula ketika aku masih berumur 3 bulan dalam kandungan Ibuku, Ayahku telah meninggalkan Ibuku dan keluarga dan pergi merantau untuk mengadu nasib, itulah perkataan terakhir Ayahku kepada Ibu dan keluarga, namun hari demi hari janji bahkan betahun yang pernah dilontarkan oleh Ayahku hanyalah sebatas obat penenang bagi Ibu dan sebagai akhir dari sebuah hubungan keluarga meskipun sampai sekarang status dari Ibu masih tidak ada kepastian dan nafkah baik lahir dan batin untuk keluarga tidak pernah terpenuhi. Dari setiap penjelasan yang kudengar kian membuat hati ini semakin hancur dan harus menerima kenyataan pahit. Sehingga hal tersebut juga membuat aku harus kuat menerima kenyataan ini dan menjadi motivasi untuk membantu keluarga dalam mencari nafkah. Di usia yang masih muda dan harus tetap menuntut ilmu di salah satu sekolah tingkat menengah pertama dan ditambah harus bekerja dengan berjualan gorengan keliling dari rumah ke rumah dengan upah yang sangat sedikit, namun semua itu aku yakini bahwa apa yang kulakukan tidak ada kesia-siaan dan bernilai ibadah bagiku semua tangisan ini aku balas dengan prestasi pringkat kelas pada waktu itu, perjuangan akan terus kujalani sampai pada titik kesuksesan dunia akhirat. Karena Tuhan berfirman.”Sesunguhnya Allah Tidak akan mengubah keadaan suatau kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”(Q.s. Ar-Ra’d:11), kita bisa berubah lebih sukses jika kita mau berusaha hal tersebut mendorong aku untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dalam menghadapi lika liku  seribu rintang jalan hidup yang dilewati, ketika waktu sudah tiba disaat kelulusan SMP sempat terbayang aku tidak bisa melanjutkan sekolah Ke SMA di kala itu perekonomian keluarga kami sanggat menurun disisilain ibu yang hanya buruh serabutan di kebunya orang hanya mencukupi untuk keperluan makan sehari-sehari dan pada saat itu saudara ke empat kami masih sekolah di SMK dengan biaya sekolah yang tinggi dan mahal , hati yang semakin kacau pikiran yang mulai tidak tentu arahnya menjadikan aku pesimis untuk bisa lanjut ke SMA dengan keadaan yang sangat tidak memungkinkan aku bisa merasakan sekolah SMA, pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi mengikuti ayah di Makassar dan meminta untuk menyekolahakan aku ,kehidupan barupun dimulai pada saat itu aku berusia 15 tahun pertamakalinya melihat raut wajah seorang ayah yang dulu kucari-cari, namun yang aku rasakan ketika melihatnya hati ini berkata lain seolah-olah dia orang asing bagiku dan ikatan batin ini berpaling seakan-akan tidak ada ikatan seorang ayah dan anaknya, kehidupan ayah sanggat serba mencukupi dibandingkan dengan kehidupan ibu dan saudaraku di Bandung , hari-hari kulewati bersama ayah  akan tetapi permasalahan baru muncul , kehidupan ayah semakin parah dan berantakan dalam rumah tangganya ketika hadirya aku dalam keluarga barunnya , setiap hari Ibu tiri semakin menjadi-jadi hampir setiap hari pertengkaran terjadi bahkan rumah tangganya tidak harmonis lagi ketika aku hadir didalam kehidupan mereka, hal ini membuat aku semakin terpuruk entah harus kemana lagi ku arahkan langkah kaki ini,  sikap dan prilaku ayahpun berubah derastis kian hari semakin acuh tak acuh kepadaku, air mata ini tidak bisa terbendung lagi disetiap malam hanya tanggisan yang bisa mengobati kepedihan hidup ini tapi aku yakin Allah selalu bersamuku , tepat di tengah malam yag sangat hening aku melarikan diri dari rumah ayahku dengan semua pakain dan semua buku pelajaran SMA kubawa semuanya menuju rumah sodara aku yang pertama dengan keadaan yang panik  seorang kakak membuka pintu dan bertanya “kenapa dengan ayah” mulut inipun tidak bisa bicaralagi pada kala itu aku merasakan depresi dan tekanan batin yang begitu kuat akibat tekanan-tekanan dan keadaan yang sanggat tidak memungkinkan pada usia yang masih labil harus merasakan bebankehidupan yang sangat  luar biasa, akupun mulai bangkit dan mencoba menjalani aktivitas seperti biasanya menjadi siswa SMA, dengan jarak yang sangat jauh yang membuat kekebalan tubuh ini semakin lemah dan sering sakit-sakitan, akhinya sekolah aku di pindahkan , tekanan tekan barupun muncul dan silih berganti dimana pada saat itu aku harus menyesuaiakan lagi dengan lingkungan baru seakan-akan membuat perjuangan ini harus berhenti, dengan waktu sekolah yang padat dan melelahkan , sehingga rutinitas ini membuat aku semakin terpuruk dengan tuntutan baru  yang diminta oleh istri kakaku, akan tetapi aku tidak pernah memenuhi permintaannya untuk membantunya dikarenakan waktu yang kumiliki bengitu sepit dimana pada saat itu aku mulai sekolah pukul 06.00-16.00 WITA dengan keadaan sakit-sakitan. Tempat pada semester 5 di SMA tiba  sikap dan prilaku istri kakaku semakin muak dengan kehadiran aku dan sering mengadu dan menilai jelek tentang diriku kepada suaminya  pada malam itu ketika kakaku diluar kota istrinya memarahi dan memaki diriku dan mengusir dari rumahnya  cobaan barupun menerkaku lagi dengan keadaan shok dan terpaku gelisah pada saat itu aku memutuskan untuk minggat dari rumahnya entah tidak tahu lagi mau kemana akuini, perjuangan ini begitu berat namun dibalik kesulitan Allah SWT begitu adil Ia kirimkan sosok bidadari yang tulus dan mulia sehingga aku bisa menetap di rumahnya hingga selesai dan mendapatkan Ijazah SMA , ketika tiba di titik untuk mencari jati diri entah aku mau jadi apah dan kemana lagi perjalan ini harus kutujui , apalagi mau kuliah sangat tidak mungkin bagiku namun niat dan motivasi ini begitu besar untuk bisa lanjut pengguruan tinggi tiba pada saat itu guruku memberikan informasi mengenai adanya beasiswa BIDIKMISI, dengan modal keberanian dan motivasi tinggi akhinya aku memutuskan untuk mendapatkan kesempatan emas ini akupun mengatarkan berkas lamaran BIDIKMISI  ke perguruan tinggi yaitu Politeknik Negeri Ujung Pandang dengan memelih jurusan Teknik Sipil Program Studi D4 Jasa Konstruksi Sipil. hari demi hari aku menantikan penguman beasiswa BIDIKMISI. Tiba pada masanya pada saat itu tujuan hidup aku masih tergatung antara bisa mendapatkan kesempatan kuliah atau tidak, sepat berpikir aku tidak bisa melanjutkan kuliah hati ini semakin hancur namun aku yakin Tuhan mempunyai rencana yang baik untuk hambannya yang selalu saba dan ikhlas menerima keadaan dan bertawaqal dalam segala hal hingga sampai memberikan Rezeqi sangat luar biasa ini dan aku pun di telpone oleh staf politeknik dinyatakan Lulus dan mendapatkan beasiswa BIDIKMISI dan diminta untuk mengkonfirmasinya percaya tidak percaya dan sangat bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah diberikan kepada diriku ini.
Aktifitas/ Prestasi Selama hingga mendapatkan Gelar sarjana
Saat itu dengan bangganya aku mendatanggi ayah dan Ibu tiri untuk memberikan kabar bahagia ini bahwa aku lulus mendapatkan beasiswa BIDIKMISI akan tetapi justru mereka tidak senang dengan kabar yang aku bawa ini, tepat H-2 minggu untuk memulai kuliah ayahpun tidak merespone, dengan memberanikan diri aku datang kerumahnya untuk membicarakan permalasahan justru ayah malah acuh tak acuh pada saat pagi harinya  ketika ayah pergi kekebun ibu tiriku marah-marah tanpa sebab dan menyindir ketika aku masih di dalam kamar tidur dengan alasan supaya aku meninggalkan tempat tidur itu entah apa yang dilakukannya di tempat tidurku pada saat itu, keesokan harinya ketika akau mau pergi untuk mengikuti rangaian PKKMB akupun pergi menemui kakaku  untuk pamit pergi kemakassar pada saat itu aku menacari buku rekening dan STNK motor yang telah diberikan Ayah tiba-tiba hilang entah kemana , sempat aku berpikir terahir aku bermalam di rumahnya Ayah dan menyimpan buku rekening ini di tas kecilku yang ditaroh di dalam kamar tempat tidurku. Dan akupun bergegesan menacarinya karena hari semakin siang pada saat itu dirumah ada Ibu tiriku dan dengan tidak sengaja aku langsung spontan menanyakannya “Ibu Apakah ibu melihat buku Rekening dan STNK motorku “ lantas ia menjawab kamu sama ayah kamu suka berbohong, aku tidak mengerti dengan jawaban Ibu tiri , pada saat itu akapun menemui ayah dan menjelaskan semuanya bahwa aku kehilangan sesuatu di rumah ibu dan ayahpun menjawab itu semua Ibu tirimu yang mengabilnya. Sempat berpikir apa dosa dan kelasalahan diriku ini cobaan demi cobaan menghampiri seakan menjadi penghalang besar untuk mencapai impian besarku ini , pada saat itu akupun pulang kembali kerumah Ayah dan meminta langsung buku rekening dan STNK motorku namun apalah daya ibutiriku tidak mau mengasihnya dan justru meminta kuncimotorku , pada saat itu aku bersimpuh dan menanggis seakan mengemis dihadapan Ibu diri untuk meminta buku rekening dan STNK motor pemberian dari ayah justru malah menjadi-jadi dan beradu mulut dengan ku karena tidak mau memberikan buku rekening dan STNK motor ku dengan keadaan yang serba terbatas dan tidak punya uang sepeserpun untuk bekal menuju Makassar. Harapanku seakan pupus , akapun mencoba untuk memintanya kembali dengan keadaan menaggis dan menjelaskan semua prasangka jelek yang selalu ada pada ibutiriku, Sehinnga dia memberikan kembali buku rekening ku walau harus mengiklaskan motor pemberian dari ayah , akupun pamit dan meminta doa restu kepada ibutiriku , dengan keadaan mata bengkak dan tetesan air entah bagimana cara aku bisa pergi ke Makassar namun Tuhan begitu adil pada saat di tepi jalan ada seorang ibu dengan hati yang mulia yang begitu tulus menghampiri dan memeluku entah dia siapa dan akupun tidak tahu sebelumya ia siapa, dengan tutur kata yang lembut dan kehanggatan Ibu baik itu memberikan support dan motivasi yang selalu ku inggat sampai sekarang “ Jangan Pernah Menyerah Nak Kesuksesan akan selalu bersamu Tuhan maha adil dibalik kesulitan ada kemudahan kamu harus kuat dan yakin bahwa Allah akan meyertaimu” kata-kata itu yang selalu aku inggat sampai sekarang ketika aku pamit pergi Ibu baik itu menyalami aku dan ia memberikan uang sebesar Rp.750.000 akupun sontak terkejut sangat berterimakasih kepada Ibu baik hati itu dan tentunya aku bersyukur kepada Allah keajaiban dan kasih sayangNya yang begitu nyata tepat pukul 14.30 WITA akupun pergi menuju Makassar pada saat itu aku tidak punya tempat tinggal entah harus tinggal dimana sempat terpikir ada teman SMA aku yang tinggal di Makassar aku pun langsung menghubungginya dan Alhamdulillah dia merespone dan mengantarkan aku meuju tempat kosan milik bibinya akupun menetap selama satu bulan di BTN Bung Jln. Printis kemerdekaan KM 04 dengan keadaan yang serba terbatas dengan sisa uang  Rp.150.000 pada saat itu jarak kampus yang lumayanan sangat jauh yang membuat aku setiap pergi dan pulang kuliah harus jalan kaki akan tetapi aku yakin disetiap langkah kakiku ada doa dan restu ibuku yang menyertaiku , aku iklas menjali ini semua karena Allah , aku sanggat bersyukur dengan ini semua namun ketika pada saat itu dengan aktifitas perkuliah yang padat mebuat aku lemah dan kembali sakit-sakitan tepat pada tengah malam aku tidak berdaya dan suhu badanku sangat tinggi sampai semua baju basah dengan cucuran keringgat dingin akupun sempat bangun merangkak ke kamar mandi untuk mengambil Air Wudhu setelah itu menunaikan Qiyamul Lail aku bersimpuh berdoa YaRabb kuatkanlah hamba ini berikanlah kesembuhan kepada hamba mu ini tidak terasa akupun tertidur di atas sejadah hingga terdengar kumadang Adzan Subuh akupun bersiap untuk pergi menuju kampus dengan keadaan demam dan mengigil  ketika menuju kampus akupun memakai jaket sebanyak tiga rangkap karena badan ini sudah tidak karuan sepanjang jalan akupun berdoa meminta kekuatan untuk menuju kampus pada saat itu dengan keadaan uang sudah habis tempat pukul 07.30 tiba di kampus dan memulai perkuliah jam pertama pada saat dosen mejelesakan mata kuliah Bahasa inggris badan ini semakin drop dan demam tingggi di sertai mengigil sampai tiga kali aku ditegur oleh dosen karena tidak konsen mengikuti perkuliahan dan malah meletakan kepala pada tangan yang di topang oleh meja. Akupun izin keluar untuk alasan ketoilet didalam toilet tersebut akupun mulai muntah-muntah setelah itu aku masuk kembali mengikuti perkuliahan yang sedang berlangsung akan tetapi keadaan ini menjadi sangat burut tepat pas jam akhir perkuliahan aku minta izin kembali untuk pergi ketoilet didalam toilet tersebut akupun mulai muntah-muntah kembali aku mencoba bangkit dan berjalan kembali menuju kelas akan tetapi setelah keluarnya dari toilet aku terjatuh dan tidak sadarkan diri seketika orang kaget dan panik melihat keadaan aku pada saat itu aku dilarikan ke RS terdekat dari kampus dengan keadaan tidak sadarkan diri selama 8 jam , bandan ini sudah dalam keadaan terbaring di RS dengan peralatan medis yang begitu banyak di pasang dalam tubuh ini, kedua tangan ku dipenuhi selang impusan , saluran pernapasanku di pasanggi oksigen dan alat vitalku dipasanggi cateter , semua rasa sakit itu akulalui kemudian pada saat itu tuhan mempertemukan aku dengan seseorang yang begitu tulus dan selalu memberikan kasih sayang dan dedikasi yang begitu mulia ia adalah kasubag kemahasiswaan poltekteknik negeri ujung pandang Ibunda Nasli S.sos selaku penangung jawab bidikmisi waktu itu keadaan aku masih belum sadarkandiri akan tetapi setalah pulih dari sakit aku bergegesan untuk aktif kuliah kembali karena takut ketinggalan mata pelajaran perkuliahan, Pada saat itu beliua selalu menanyakan mengenai kabar dan aktifitas kuliah awalmula pertemuan yang sanggat berharga bisa mengenal beliau sekaligus sebagai orangtua aku walaupun aku bukan darh dagingnya akan tetapi ikatan ini begitu kuat atas ketulusan dan kasihsayangnya beliau, begitu banyak Tuhan mendatangkan Orang-orang yang menyanggi dan mencintai selama dalam proses perjuagan perkulihan ku salahsatunya ia seperti ibu aku sendiri yaitu ibunda Nasli S.sos banyak pengorbanan dan dedikasi yang ia berikan terkusus kepada aku dan umumnya anak-anak mahasiswa bidikmisi pada saat itupun aku bangkit dan aku yakin bahwa semua ini akan ada hikmahnya , kadang aku berpikir dengan cara apa aku membalaskan segala keikhlasan dalam kebaikan beliau ,dari kejadian itu aku kuatkan tekad harus lebih kegiat kuliah harus lebih rajin kuliah dan buktinya rezeqi dari Tuhan itu begitu nyata bagi hambaNya yang selalu bersabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupannya , Alhamduliilah selama kuliah Prestasi yang pernah diraih adalah menjadi Mahasiswa Teladan 2017 , Juara 2 Penulisan Karya Ilmiah Tingkat Perguruan Tinggi, Pringkat Satu dalam kelas selama 8 semester , Lulusan Terbaik Ke-1 Program Study D4 Jasa Kostruksi Sipil, Wisudawan Terbaik Program Study Program Study D4 Jasa Kostruksi Sipil Dengan IPK 3.92.  ku percaya ini adalah berkat doa dan ridho dari orang yang senangtiasa menyanggi aku dan ini semua hanya milik Allah SWT. Rasa syukur dan banga bisa menjadi bagian dari mahasiswa BIDIKMISI

PROSES MENDAPATKAN PEKERJAAN / AKTIFITAS SETELAH SARJANA
Setelah selesai dan mendapatkan gelar sarjana rasanya hati ini semakin waswas dengan kenyataan kehidupan yang sesugguhnya dimana kita harus mencari pekerjaan dengan persaingan yang baru. selama ini masih menanti panggilan lamaran pekerjaan , aku yakin rezeqi Allah akan tiba pada waktu dan massaNya , aktifitas saat ini masih belum menentu yaitu bekerja sambilan yaitu perencanaan dan membuata RAB suatu konstrusksi di perusahaan kontraktor , selain itu aktifitas laiinya mengajar ngaji di Mesjid Kampus ini semua aku niatkan karena Allah SWT.

TITIK KESUKSESAN YANG TELAH DIRASAKAN/ SUDAH MENJADI APA (LANJUT S2,S3)
Arti kesuksesan bagi aku adalah ketika semua hal bisa mengantarkan aku kepada kebaikan dan kejujuran dalam setiap perbuatan dan tindakan , bisa taat dalam peribadahan dan tepat waktu dalam melaksakan perintah Allah Ajawazallah. Sehingga mampu menjadikan aku hamba yang bijaksana dalam mensyukuri nikamat dan pemberiaan dari Allah Ajawazallah.(harapan kedepannya bisa lanjut S2 dan S3 Bidikimisi  dan semoga ini semua bisa terkabulkan bagi diriku guna menjadi manusia yang bermanfaat dan mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan umum  dalam duania Pendidikan, berguna bagi negara bangsa dan Agama Amiin Allahuma Aamiin YaRabb)

SALAM BIDIKMISI
Bidikmisi Memutus Rantai Kemiskinan “Kemiskinan jangan jadi penghalang untuk berprestasi Menggapai Cita-cita”

Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment