Friday, December 7, 2018

“Bidikmisi” Titipan Allah Dalam Memutus Rantai Kemiskinan

0
“Bidikmisi” Titipan Allah Dalam Memutus Rantai Kemiskinan

Pasca gempa bumi Sumatera Barat tahun 2009, ekono  mi keluargaku terus semakin merosot. Rumah tempat tinggal tidak layak lagi ditempati. Aku seorang anak yang diberi nama Feri Ferdian  merupakan anak ke-2 dari 9 bersaudara dari ibuku tercinta Yurnalis dan ayah Baharudin yang dilahirkan di Payakumbu, 26 Februari 1992. Pada tahun 2010 saya menempati bangku kelas XII di SMAN Negeri 1 Lubuk Alung. Pada saat sekolah ini orang tuaku tidak akan mampu membiayai lanjut pendidikan ke perguruan tinggi, mengingat adik-adikku masih banyak yang lebih membutuhkan untuk dibiayai. Biaya sekolahku saja dari SD hingga SMA untungnya ada bantuan beasiswa. Hampir saja aku kubur mimpi-mimpi yang sudah aku idamkan-idamkan sejak kecil untuk menjadi orang sukses dengan pendidikan tinggi. 
Pada saat teman-teman sudah sibuk memilih perguruan tinggi yang akan di Apply, saya hanya terdiam sambil berprasangka tidak bisa saya untuk lanjut seperti teman-teman lainya karena saya berasal dari keluarga tidak mampu. Alhamdulillah Allah titipkan sebuah jalan menuju sukses pada tahun 2010 yang disebut Bidikmisi. Inilah jawaban dari do’a-do’aku dan orang tuaku selama ini dikabulkan oleh Allah. Guru BK datang ke kelas untuk sosialisasi program Bidikmisi dan jalur masuk perguruan tinggi. Aku sangat antusias mendengarkan program ini, dan memperoleh kesempatan mengikuti salah satu program jalur prestasi dan bidikmisi masuk kampus Universitas Negeri Padang. Alhamdulillah tahun ini aku diterima di salah satu program studi Manajemen Perhotelan, walaupun tidak sesuai dengan apa yang aku cita-citakan sebelumnya yaitu ingin menjadi dokter dan bisa membantu banyak orang untuk sehat.
Semua ini skenarionya Allah, aku harus memutar arah cita-citaku. Di saat memulai perkuliahan memang terasa tidak nyaman, namun semua harus dijalani dengan ikhlas. Belajar dengan rajin dan tekun merupakan kunci keberhasilanku dalam belajar. Alhamdulillah selama kuliah aku diberikan kesempatan untuk memperoleh penghargaan dengan Indek Prestasi Sempurna Tahun 2012 di Stadion Tennis Indoor Senayan Jakarta oleh Kemdikbud yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia kepada kampus Universitas Negeri Padang, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Palangkaraya. Tangis haru dari kedua orang tuaku, anaknya bisa bersalaman dengan wakil Presiden dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Di akhir masa studiku program Sarjana Februari 2018 aku juga memperoleh kesempatan bisa silaturahmi dengan Presiden Republik Indonesia di Hotel Bidakara Jakarta atas prestasi akademis yang diperoleh.

Pendidikan sarjana bisa aku selesaikan dalam masa 3,5 tahun dengan IPK 3,99.Studi yang aku selesaikan dengan cepat tidak mengurangi keaktifanku sebagai mahasiswa di kampus.  Keaktifan di organisasi dan ikut serta dalam kegiatan dosen. Banyak pengalaman yang aku peroleh sehingga memudahkanku untuk mendapatkan kerja. Selesai skrispi, aku harus menunggu 3 bulan untuk wisuda. Bagiku ini waktu yang lama, dan aku lanjut pendidikan program Magister Manajemen di Universitas Negeri Padang. Keputusanku untuk memilih program ini karena banyak pertimbangan mengingat perekonomian keluargaku terpuruk dan masalah keluarga yang selalu datang bertubi-tubi. Permohonan maaf bagi pihak yang menginginkan aku bisa studi lanjut di Negara Eropa dengan beasiswa LPDP Afirmasi, karena perlu biaya untuk persiapan dan aku tidak punya dana untuk itu. Program S2 ini aku lalui dengan biaya mandiri sambil bekerja sebagai dosen di salah satu program studi di luar domisili UNP Rintisan Akademi Komunitas Padang Pariaman Pengalaman yang aku peroleh semakin bertambah, dan aku terus aktif ikut kerjasama dengan dosen-dosen senior dalam bentuk pengorbitkan diriku dan melejitkan intelectual capital yang kumiliki. Pada Juli 2015 aku bisa menyelesaikan tesisku, dan adik-adikku terus lanjut kuliah, sekolah SD, SMP, SMA dan kakaku bisa melanjutkan kuliah lagi setelah mengikuti Paket C karena beliau tidak lanjut SMA. Sungguh terasa berkah yang diberikan Allah, aku bisa membantu keluargaku yang sebelumnya terpuruk dalam perekonomian yang sangat sulit.
Pada bulan Juli 2015, aku memperoleh kesempatan untuk bergabung menjadi dosen di Jurusan Pariwisata Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang. Sungguh luar biasa nikmat yang diberikan Allah, saya bisa cepat bekerja dan bisa membantu keluargaku. Bisa membantu mamaku yang single parent dalam membiaya kehidupan keluargaku. Mamaku adalah perempuan terhebat dalam hidupku, mama tangguh yang siap dan ikhlas menjadi nahkoda kehidupan keluargaku. Hasil pekerjaanku bisa membantu biaya pendidikan dan biaya hidup keluarga bagi kakakku yang juga single parent, adikk-adikku, dan keponakanku. Alhamdulillah bisa memberikan tempat tinggal yang layak untuk ditempati bagi keluargaku. Perekonomian keluargaku semakin hari alhamdulillah semakin membaik, walaupun banyak kebutuhan yang harus dipenuhi akan tetapi Allah selalu berikan jalan untuk itu.
Pengalamanku bekerja tidak hanya membantu keluargaku, tapi aku punya misi aku harus berguna bagi banyak orang. Sambil aku bekerja sebagai dosen, aku merintis sebuah usaha memasarkan produk yang dimiliki olek UMKM. Dan aku beri label usaha ini Kerupuk Sala Ajo Fer, banyak permintaan akan produk ini akan tetapi saya hanya bisa melayani COD dan online karena belum punya cukup sumber daya dalam mengelola usaha ini. Setidaknya saya sudah bisa membantu UMKM yang sebelumnya  belum mampu memasarkan produk yang telah dihasilkanya. Selain itu aku selalu upayakan bisa berbagi kepada masyarakat melalui penelitian dan pengabdian. Tampil dihadapan masyarakat banyak merupakan latihan mental yang harus kulalui. 

Tiga tahun telah kulalui bekerja sebagai dosen di Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang, aku berpikir untuk melanjutkan studi pada program Doktoral. Keberanian ini muncul ketika kakakku sudah berada di akhir semester perkuliahan dan salah satu adikku tinggal menunggu wisuda September 2018. Aku termotivasi ketika membaca salah satu Quote oleh Zig Ziglar “You don't have to be great to start, but you have to start to be great”. Pesan ini mendorong aku untuk memulai program doktoral di saat usia muda, tidak harus menunggu setelah menjadi orang besar. Akan tetapi melalui pendidikan lebih tinggi kita bisa menjadi orang besar.  Alhamdulillah dengan dibukanya kesempatan beasiswa bagi dosen oleh kampus Universitas Negeri Padang tempat saya bekerja, kesempatan ini langsung saya tangkap. Rektor Universitas Negeri Padang Bapak Prof. Ganefri Ph.D menginginkan peningkatan kualitas sumber daya manusia  salah satunya melalui studi lanjut.  Saya cari kampus salah satu di negara tetangga yaitu Malaysia, saya mengambil program Philosophy of Doctor Hotel and Tourism Management di Universiti Teknologi Mara dengan masa minimum 3 tahun. Dengan usaha dan do’a yang telah saya lakukan, Alhamdulillah saya sudah terdaftar menjadi mahasiswa program doktoral pada September 2018 pada usiaku 26 tahun. Banyak mimpi-mimpi yang harus aku wujudkan tidak hanya bagi diriku, tapi bagi keluargaku dan masyarakat. Mohon do’a dari semua, semoga saya bisa segera menyelesaikan program ini dengan segera. Mimpi-mimpi ini bisa aku wujudkan berawal dari titipan Allah yaitu bidikmisi sebagai jalan dalam memutus mata rantai kemiskinan terutama bagi keluargaku.
Sekian

Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment