Friday, December 7, 2018

Aku dan Bidikmisi

0
AKU DAN BIDIKMISI
Namaku Teguh Ansori, aku berasal dari Bumi Reog Ponorogo tepatnya dari Desa Baosan Kidul Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Aku berasal dar keluarga yang pas-pasan, ayahku dan ibuku sebagai orang petani. SMA ku berada MA Darul Huda Mayak Ponorogo yang berada  dibawah naungan Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo. Pertengahan kelas 12 Aliyah, temanku memberitahu bahwa ada program beasiswa bidikmisi untuk yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Awalnya tidak ada ketertarikan sama sekali untuk melanjutkan perkuliahan, Namun temanku membujuk untuk ikut daftar beasiwa bidikmisi, aku mengikutinya dan mendaftarkan diri kepada TU yang akan mengkoordinir pendaftaran, di pendaftaran aku masih bingung untuk memilih kampus dan jurusan apa yang akan aku ambil. 
aku putuskan untuk memilih di IAIN Sunan Ampel Surabaya yang sekarang menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya dan memilih jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Beberapa bulan kemudian pengumumannya keluar aku dipanggi ke kantor sekolah untuk memastikan bahwa identitas itu benar-benar aku, dan ternyata benar aku lulus beasiswa bidikmisi pada tahun 2011 dan diterima di kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam.
Di perkuliahan aku lebih aktif di bandingkan dengan mahasiswa lainnya, baik di intra kampus maupun di ekstara.  Bapak ibu Dosenku pun sering mengajak dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. Selain itu aku juga sering diikutkan kegiatan luar kampus diantaranya adalah program CSR dari PLN Surabaya. Program CSR (Campus Sosial Responsibility) dinas sosial kota Surabaya dalam mendampingi anak jalanan dan putus sekolah. Pernah juga mendapat bantuan penelitian mahasiswa sebesar Rp.5.000.000. hingga pada akhirnya aku lulus tepat 8 semester dengan predikat comlude, dan menjadi lulusan terbaik jurusan pengembangan masyarakat islam pada tahun 2015. 
Setelah lulus dari S1 aku langsung melanjutkan ke S2 di IAIN dari biaya sisa tabunganmbidikmisi. Sambil melanjutkan S2 aku membuka usaha ternak kambing untuk kehidupan dan tabungan kedepanku. selain itu aku mencoba untuk melamar di berbagai kantor dan sekolahan, namun tidak ada satupun yang memberikan panggilan. Hingga pada akhirnya ada satu lembaga yang menghubungiku, namun ternyata hanya memberitahu bahwa formasi yang aku lamar sudah diisi oleh orang lain.
Lulus dari S2 aku langsung melamar di salah satu kampus yang ada di Ponorogo, yakni di Institut Agama Islam Sunan Giri (IAI SG) menjadi dosen tetap di kampus itu. Setengggah tahun kemudian ada lowongan menjadi dosen luar biasa di IAIN Ponorogo, aku iku seleksi dan Alhamdulillah diterima. Bersamaan itupula NIDN ku keluar, dan menjadi dosen tetap yang ber NIDN di IAI Sunan Giri Ponorogo. Kedua orang tauku pun bahagia anak seorang petani bisa menjadi sorang dosen dan menjadi salah satu dosen muda yang ada di desanya dari ketiga orang yang menjadi dosen. Kedepannya aku masih ingin melanjutkan pendidikanku hingga jenjang S3. Terimakasih BIDIKMISI.

(Teguh Ansori_B52211030_UIN Sunan Ampel Surabaya_081231445793_Desa Baosan Kidul Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo_ Dosen Tetap Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo, Dosen Luar Biasa IAIN Ponorogo, Panitia Pemilihan Kecamatan Pemilihan Umum tahun 2019, wirausahawan (peternak kambing dan pembibitan tanaman) 

Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment