Tuesday, November 20, 2018

Kemiskinan Jangan Menjadi Penghalang Untuk Berprestasi Menggapai Cita-Cita

0
Kemiskinan Jangan Menjadi Penghalang Untuk Berprestasi Menggapai Cita-Cita
Tag One dimulai, dimana saya sekolah di SMK Negeri 2 Panyabungan sebagai siswa yang tidak terlalu pintar seperti yang dipikirkan kebanyakan orang, namun Disiplin dan Rajin menjadi kunci kesuksesan saya saat ini walaupun tidak sesukses Bill Gates ataupun Marck Zukemburg, terbukti dengan perolehan Juara I mulai kelas X, XI, dan XII dan Juara II Umum. Hal semakin nyata setelah saya ikut program Bidikmisi, dimana saya merupakan seorang anak yang di urus oleh single parent yang serba kekurangan, bahkan sangking tidak ada biaya mulai awal mendaftar sekolah dan setiap penerimaan Raport tidak pernah orang tua mendampingi saya, namun saya yakin Do’a orang tua ada dan selalu ada. Sampai pada akhirnya saya Lulus dan Diterima di Universitas Negeri Medan yang saat itu menjadi pilihan Kedua setelah ITB. Cut……
Tag Two berlanjut, Awal perkuliahan mungkin menjadi awal terberat di lihat dari segi finansial, fokus perkuliahan itu penting, namun saya harus memutar akal untuk mengatasi kendala itu, tahun pertama orang tua juga ikut andil dalam pembiayaan apalagi di akhir bulan, perjuangan terbayar dengan IPK tiap semester yang di dominasi oleh angka sakral yang akan menentukan langkah selanjutnya, dan akhirnya saya sadar semua tidak hanya tentang perkuliahan, Relasi juga menentukan dan akhirnya saya bergabung di Persatuan Mahasiswa Bidikmisi Unimed (Persmabimed) dan Pramuka, di tahun 2013 dan di tahun tersebut juga saya mendirikan perusahaan kecil-kecilan untuk mendukung finansial yang kalau mengharapkan uang Negara yg terkadang tak tau rimbanya dan harus banyak bersabar untuk memperolehnya, prestasi yang membanggakan bagi saya adalah di saat saya mampu menampung aspirasi mahasiswa bidikmisi seluruh Unimed, sebgai Ketua dan Berturut-turut sebagai Medkominfo, kelulusan kuliah alhamdulillah di selesaikan tepat waktu, yg saat itu di posisi 5 besar di kelas. Eitsss, kali ini Alhamdulillah Orang Tua ikut mendampingi saat Wisuda, Cut…
Tag Three, tamat dari Universitas manapun kalau murni belum tentu dapat kerjaan selain ada Relasi, terbukti saya Wisuda Mei 2017 sampai di penghujung tahun belum dapat kerjaan yang sepadan, dikarenakan fokus di penerimaan ASN di berbagai instansi pemerintah, dan pada akhirnya relasi menjadi penolong kedua setelah Tuhan Yang Maha Esa dan Do’a orang tua, berani mengambil langkah mulai dari nol, setelah sebelumnya menjadi atasan di perusahaan sendiri, hanya karena hal ingin merasakan menjadi bawahan, dan menghantarkan saya menuju ke Ibu Kota Indonesia, bekerja di Perusahaan Percetakan terkenal di Jakarta, dan pada akhirnya di Adopsi/di Bajak oleh salah satu pendiri Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia, tidak terbayang bisa bergabung di Organisasi Advokat yg melahirkan banyak pengacara handal di Indonesia, kun fayakun kata Allah, semu bisa terjadi.
Tag Four, klimaks di cerita yang menurut saya inspirasi ini, mulailah dari mimpi karena kata “mimpi” dan “kenyataan” itu ada dan pasti ada yang terbukti menjadi kenyataan, terbukti dengan saya bermimpi keliling Indonesia, dan taraaaaaa, Alhamdulillah saya menjdi Staff Ahli di pekerjaan saya saat ini, staff yang bersentuhan langsung dengan lulusan Sarjana Hukum yang ingin menjadi pengacara yang ujung tombaknya pasti di saya, so, kebayang kan gimana rasanya menjadi orang yang menyeleksi Sarjana Hukum yang akan mengemban pekerjaan seumur hidup itu, beratnya seperti apa, dan Alhamdulillah hal itu pula yang menghantarkan saya keliling Indonesia dan bertemu pengacara kondang di Indonesia. Sekian cerita isnpiratif, yan saya persembahkan semoga bermanfaat buat kita semua, kesuksesan itu bisa di ukur dari tingkat kebahagiaan kita. Saya bahagia dan orang di lingkungan saya bahagia, dan saya sangat merasa sukses menurut saya bukan orang lain. The End.
Interval, karena cuman maksimal 1 halaman.

Author Image

About bidikin
Inspiratif, Berkarya, Bermakna, Peduli

No comments:

Post a Comment